Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gelora Nonik Ajak Petani di Klaten Tambah Pupuk Organik

Damianus Bram • Senin, 20 Februari 2023 | 02:19 WIB
TERBATAS: Kuota pupuk bersubsidi di Klaten ditambah tahun ini. Namun petani juga diimbau menggunakan pupuk organik. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
TERBATAS: Kuota pupuk bersubsidi di Klaten ditambah tahun ini. Namun petani juga diimbau menggunakan pupuk organik. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menggulirkan Gerak Langkah Ora Lali Nambah Organik (Gelora Nonik). Gerakan ini untuk mengajak para petani di Kota Bersinar menggunakan pupuk organik. Mengingat pupuk yang disubsidi oleh pemerintah terbatas.

Kepala DKPP Klaten Widiyanti menjelaskan, pupuk yang disubsidi pemerintah meliputi dua jenis, yakni urea dan NPK. Dalam pembelian menggunakan kartu tani dengan sistem e-alokasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

”Kalau membeli pupuk nonsubsidi pasti mahal harganya, maka itu kami gerakan untuk kembali ke pupuk organik. Istilahnya kami gelorakan kepada Gelora Nonik ini kepada petani. Untuk memotivasi para petani memperbaiki struktur dan tekstur tanah,” ucap Widiyanti, Sabtu (19/2/2023).

Widiyanti mengungkapkan, melalui gerakan itu diharapkan para petani tidak tergantung dengan pupuk kimia. Terlebih lagi pemupukan sering kali dilakukan melebihi dosis yang dianjurkan. Ditambah tidak memperhatikan struktur dan tekstur tanah. Sehingga kandungan pada pupuk tidak diserap tanaman secara optimal.

Dia pun meminta petani melakukan pemupukan sesuai dosis yang direkomendasikan. Seperti tanaman padi, untuk pupuk urea dibutuhkan 250 kilogram per hektare. Sedangkan untuk pupuk NPK sekira 275 kilogram per hektare. Meski begitu, kebutuhan pupuk subsidi terbatas sehingga pihaknya juga menyarankan petani menggunakan pupuk organik.

”Untuk memotivasi petani dalam menggunakan pupuk organik, kami melakukan berbagai pelatihan. Termasuk memberikan bantuan kepada petani di tembakau maupun tanaman lainnya untuk lahan seluas 900 hektare. Kami pun terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada petani,” ucapnya.

Sementara alokasi pupuk subsidi bagi Klaten tahun ini yakni Urea 26.974 ton dan NPK 11.500 ton atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 20.307 ton Urea dan 11.467 ton NPK.

Sebelumnya, Senior Vice President PSO Wilayah Barat PT Pupuk Indonesia (Persero) Agus Susanto saat kunjungan kerja di Klaten mengungkapkan, telah siap untuk menyalurkan puluhan ribu ton pupuk subsidi urea dan NPK di wilayah Klaten.

”Kini untuk memenuhi kebutuhan para petani didasarkan dengan e-Alokasi. Tidak lagi menggunakan rencana difinitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Jadi penjatahan alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pupuk Kimia #DKPP Klaten #Gelora Nonik #pupuk organik #Pupuk Subsidi