Salah satunya ruas Jalan Wedi-Bayat yang sebelumnya disidak Bupati Klaten Sri Mulyani, Rabu (8/3/2023), langsung dilakukan penambalan jalan. ”Jadi intinya pelaksana proyek jalan tol itu sudah membentuk tim khusus perbaikan jalan. Satgas ini sudah dibentuk beberapa minggu yang lalu,” ucap General Manager Lahan dan Utilitas PT JMM Muhammad Amin, Kamis (9/3/2023).
Amin menegaskan dengan dibentuknya tim khusus itu memastikan tidak membiarkan jalan dalam kondisi rusak. Termasuk perbaikan jalan tidak hanya dengan diuruk dengan tanah. Tetapi sudah langsung dilakukan pengaspalan pada jalan yang berlubang sebelumnya.
Diakuinya, kerusakan jalan akibat dilintasi truk bermuatan tanah uruk untuk jalan tol cukup luas. Perbaikan jalan yang dilakukan selama ini dinilai belum sesuai yang diharapkan oleh pemkab maupun masyarakat. Mengingat dari 51 ruas jalan yang mengalami kerusakan baru sekira 20-an ruas yang sudah diperbaiki.
”Jadi memang musuhnya aspal itu air hujan. Apalagi kalau jalan terjadi genangan menjadikan cepat rusak juga,” ucapnya.
Dia pun memastikan perbaikan jalan yang dilakukan di 51 ruas itu dapat diselesaikan sebelum Lebaran tiba. Terlebih lagi saat ini masih berlangsung. Amin berkomitmen terhadap kesepakatan yang dibuat dengan Pemkab Klaten terkait jalur untuk truk bermuatan tanah uruk dan perbaikan jalan apabila mengalami kerusakan.
Bupati Klaten Sri Mulyani menaruh perhatian terhadap ruas Jalan Wedi-Bayat di Desa Trotok, Kecamatan Wedi. Dia pun meminta PT JMM untuk segera melakukan perbaikan jalan apabila mengalami kerusakan kembali.
”Ruas jalan ini sudah masuk dalam kesepakatan dan menjadi tanggungjawab pelaksana proyek apabila terjadi kerusakan. Tapi dari pemkab sendiri juga akan mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di Jalan Wedi-Bayat. Kami alokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk dilakukan betonisasi,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram