Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Usai Relokasi PKL, PR Pemkab Klaten Ikut Ramaikan Kawasan Kuliner

Syahaamah Fikria • Sabtu, 22 April 2023 | 20:15 WIB
Taman Kuliner MPP di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Taman Kuliner MPP di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Tak sekadar memindahkan, Pemkab Klaten juga peduli akan nasib para PKL yang direlokasi dari kawasan Alun-Alun dan Masjid Raya Klaten. Pemkab tidak menutup mata, namun juga ikut berinovasi agar lokasi baru yang dihuni PKL selalu ramai. Sehingga PKL tetap terjamin kesejahteraannya.

Berbagai terobosan ditelurkan pemkab. Agar dua titik relokasi PKL, yakni Jalan Bali dan Taman Kuliner Mal Pelayanan Publik (MPP) selalu ramai pengunjung. Salah satunya melalui promosi. Di Jalan Bali misalnya. Dikenalkan ke masyarakat luas lewat acara Jajan Bareng Bupati, yang dimeriahkan live music.

Ajang ini mengoptimalkan potensi band-band lokal dari berbagai kecamatan. Digelar secara rutin, untuk memanjakan pengunjung yang datang. Harapannya semakin menarik minat masyarakat untuk berburu kuliner di kawasan street food tersebut.

Terobosan yang sama juga dilakukan pada Taman Kuliner MPP saat diresmikan Bupati Klaten Sri Mulyani, akhir Februari lalu. Menghadirkan hiburan musik, fashion show, hingga menikmati sajian berbagai menu yang dijajakan 21 PKL.

Bahkan selama Ramadan lalu, diadakan event Ngabuburit Anak Senja. Menghadirkan hiburan musik setiap akhir pekan. Selain itu, juga dibagikan voucher senilai Rp 5.000 bagi pengunjung. Bisa digunakan untuk menikmati aneka menu di Taman Kuliner MPP. Harapannya, langkah-langkah ini bisa menjadi ladang promosi, sehingga Taman Kuliner MPP dan Jalan Bali kian ramai.

“Ngabuburit Anak Senja di Taman Kuliner MPP sudah diadakan empat kali. Karena taman kuliner masih memerlukan dorongan agar bisa berjalan lebih baik lagi ke depannya,” terang Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUMP) Klaten Anang Widjatmoko.

Anang menyebut, PKL baru saja direlokasi dari Masjid Raya Klaten ke Taman Kuliner MPP, sekira satu bulan. Karena itu, butuh ajang promosi yang masif. Salah satunya melalui hiburan musik untuk menarik minat pengunjung.

“Kami juga memfasilitasi PKL untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Lewat NIB ini, apabila pedagang ingin meningkatkan modal dasarnya, akan mudah mengajukan pinjaman di bank. Ini bagian dari pemberdayaan PKL,” imbuh Anang.

Selain itu, Pemkab Klaten juga memiliki program subsidi bunga yang bisa dimanfaatkan PKL untuk menambah modal. Bisa diajukan ke PT BPR Bank Klaten (Perseroda), di mana pembayaran bunganya akan disubsidi pemkab hingga 80 persen.

Sementara itu, Misyem, PKL di Taman Kuliner MPP mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemkab. “Sudah sebulan lebih berjualan di Taman Kuliner MPP. Memang kunjungan di hari biasa masih sepi. Setelah ada event, kami menyambut baik. Semoga bisa diadakan rutin,” ujar pedagang aneka minuman dan masakan mi instan ini.

Diakui Misyem dan pedagang lain, hadirnya hiburan musik membawa perubahan signifikan. Tingkat kunjungan meningkat tajam. Bahkan tiap PKL minimal bisa mengantongi pendapatan Rp 150 ribu per hari.

“Setiap hari para pedagang di sini selalu berjualan. Baik saat sepi maupun ramai. Tetap melayani pengunjung yang datang,” bebernya. (ren/fer/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#pkl #kawasan kuliner #pemkab klaten #relokasi PKL