RADARKLATEN.COM – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten menggelar media gathering di salah satu resto di Kota Bersinar, kemarin (26/10).
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, dr. Widodo Wirawan menjelaskan, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten merupakan rumah sakit umum pusat rujukan paling tinggi di Jawa Tengah yang memiliki 360 tempat tidur. Tetapi bisa menerima hingga 300 pasien per harinya, sehingga sering kali overload.
”Tapi alhamdulillah RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro sebagai rumah sakit vertikal yang di bawah langsung dari kementerian kesehatan (Kemenkes). Untuk seluruh RSUP termasuk di Klaten didorong untuk menjadi pusat rujukan skala internasional yang minimal level Asia,” ucap Widodo, Kamis (26/10).
Widodo mengungkapkan, hal itu menjadi tantangan tersendiri karena harus bersaing dengan rumah sakit di sejumlah negara maju. Padahal pasien di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten didominasi pasien BPJS Kesehatan. Meski begitu, tak membuat rumah sakit terus berinovasi dengan berbagai layanan unggulan.
Ada pun layanan dan fasilitas di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten yang menjadi unggulan salah satunya seperti gedung bedah sentra terpadu dan rawat intensif. Terbaru ada poliklinik eksekutif Tirta Cendana. Pelayanan yang diberikan juga mencakup nonmedis. Seperti kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada pasien sehingga tidak perlu antre.
Direktur Perencanaan, Keuangan dan Layanan Operasional RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Dewi Anggraini menambahkan, forum gathering media massa merupakan program dari rumah sakit yang digagas tim kerja hukum dan humas.
”Tujuannya untuk menyampaikan informasi kebijakan, produk layanan dan pengembangan layanan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten kepada masyarakat. Melalui media yang ada di daerah,” ucap Dewi.
Media gathering itu untuk menjalin hubungan kemitraan yang harmonis. Dilandasi rasa saling percaya dan menghormati antara RSUP dengan media massa. Termasuk terjadinya ide mengenai kebijakan yang diambil rumah sakit. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram