RADARKLATEN,COM - Puluhan keping koin berlogo Vereenigde Oost-Indische Campagnie (VOC) atau perusahaan Hindia Timur Belanda ditemukan di salah satu liang kubur.
Tepatnya saat pemindahan makam terdampak proyek Tol Solo-Jogja di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom beberapa waktu lalu.
Ketua Tim Pemindahan Makam Al Iswat Dwi Joko Yudho menjelaskan, koin tersebut sampai saat ini masih disimpan oleh mandor pemindahan makam. Dalam waktu dekat segera diserahkan ke panitia pemindahan makam di Desa Brangkal.
“Koin itu ditemukan di salah satu liang kubur ketika dilakukan pembongkaran pada hari ketiga. Koin itu terbungkus kain dan jumlahnya sekira 20 keping,” ujar Joko saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di sela-sela pemindahan makam di Desa Ngabeyan, Karanganom, Kamis (23/11).
Koin berlogo VOC dengan bertuliskan angka 1790 itu ditemukan dalam kondisi relatif bagus. Terlebih lagi masih bisa terbaca. Nantinya koin akan diserahkan ke panitia pemindahan makam di Desa Brangkal.
“Kalau menemukan uang itu sering. Kalau orang Jawa kuno mungkin sebagai sawuran. Mungkin sebagai bentuk penghormatan. Tetapi kalau makam-makam sekarang tidak ada,” ucap Joko.
Adanya penemuan koin berlogo VOC itu bisa menjadi indikasi bahwa makam di Desa Brangkal merupakan makam kuno. Dia menyebut, bisa jadi umum makam sudah mencapai 300 tahun.
Sebagai informasi, proses relokasi makam dilakukan sejak 29 Oktober sampai 3 November. Setelah dipindahkan, kuburan di makam baru dirapikan dan diberi nisan.
Jumlah total jasad yang dipindahkan sebanyak 288 jasad. Sementara jumlah makam yang terdata dipindahkan ada 272 makam.
Sementara itu, pegiat cagar budaya asal Klaten Hari Wahyudi mengungkapkan, dia sudah mengetahui temuan koin VOC tersebut.
Berdasarkan foto koin yang diterimanya itu, Hari menduga pecahan puluhan koin itu merupakan bekal kubur.
“Temuan koin VOC di Brangkal mungkin hal yang lumrah. Tapi kalau di Klaten sendiri sangat jarang ditemukan di dalam tanah. Tapi mengindikasikan bahwa itu bekal kubur yang digunakan oleh masyarakat Jawa kuno,” ucap Hari.
Hari menjelaskan, VOC dibubarkan pada 1799. Sedangkan dalam keping koin didasarkan foto yang diterima terdapat koin termuda yakni netherlands indies dengan angka tahun 1819. Artinya ada makam yang dimakamkan setelah 1819.
Hari mengungkapkan, ada indikasi lainnya yakni koin VOC hingga netherlands indie itu digunakan pemerintah kolonial Belanda untuk menggaji warga pribumi.
Soalnya bahannya dari tembaga, orang-orang eropa menyebutnya doit yang saat ini dikenal dengan kata duit.
Sedangkan orang Belanda sendiri menggunakan mata uang golden yang berbahan perak.
“Jadi kelasnya sudah berbeda (koin yang digunakan kolonial Belanda dan warga pribumi). Sebab, Barangkali ini berdekatan dengan pabrik gula Karanganom, Ponggok dan Cokro. Bisa jadi yang dimakamkan itu dulunya salah satu pegawai pabrik gula yang memiliki jabatan seperti mandor. Mungkin berpesan saat meninggal dibawakan bekal kubur berupa koin itu,” ujar dia. (ren/bun)
Editor : Damianus Bram