Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tekan Kasus HIV/Aids, KPA Klaten Berikan Pemahaman lewat Sarasehan

Angga Purenda • Senin, 27 November 2023 | 19:35 WIB
SOSIALISASI: Sarasehan terkait HIV/AIDS yang diselenggarakan di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (24/11).
SOSIALISASI: Sarasehan terkait HIV/AIDS yang diselenggarakan di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (24/11).

RADARKLATEN.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus berupaya menekan kasus HIV/AIDS di Klaten.

Salah satunya yang dilakukan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten dengan menggelar sarasehan pada Jumat (24/11) di Pendapa Pemkab Klaten.

Temanya yang diangkat adalah Lindungi Anak Bangsa dari Pengaruh Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Sarasehan itu menghadirkan narasumber Sekretaris KPA Klaten Ronny Roekmito dan Ketua Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUD Bagas Waras Klaten. Ada pun pesertanya adalah forkompimda, organisasi kepemudaan, hingga pelajar SMP maupun SMA di Klaten.

“Kegiatan sarasehan ini merupakan rangkaian Hari AIDS Sedunia. Selanjutnya akan kami laksanakan jalan sehat yang akan diselenggarakan pada 1 Desember,” ucap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Klaten Ardani.

Lebih lanjut, Ardani menjelaskan, tujuan dari sarasehan itu untuk memberikan pengetahuan dan terbangunnya kesadaran para generasi muda akan dampak HIV/AIDS.

Kemudian memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Terutama dalam bagaimana menyikapi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Peringatan Hari AIDS Sedunia mengambil tema Bergerak Bersama Akhiri AIDS 2030. Sejalan dengan tema itu banyak tantangan yang dihadapi dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di Klaten. Maka itu diperlukan gerak bersama dari semua pihak,” ucap Ardani.

Sementara itu Sekretaris KPA Klaten Ronny Roekmito menjelaskan, berdasarkan data temuan kasus KPA Klaten dari 2007 sampai Oktober 2023 terdapat 1.423 kasus. Khusus untuk temuan kasus pada Januari-Oktober 2023 terdapat 124 kasus.

“Temuan kasus HIV/AIDS didasarkan pada faktor risiko tertinggi pada lelaki seks dengan lelaki (LSL) sebanyak 147 kasus. Disusul pasangan pelanggan pekerja seks sebanyak 91 kasus dan wanita pekerja seks (WPS) terdapat 44 kasus. Didominasi usia produktif 25 tahun sampai 49 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya yang membuka acara tersebut berharap melalui sarasehan itu semakin banyak masyarakat yang paham dan mengetahui terkait HIV/AIDS.

Termasuk turut serta secara aktif mencegah dan mengakhir penyebaran virus itu di Kota Bersinar.

“Bahwa kita ketahui bersama, Indonesia berkomitmen mengakhiri HIV/AIDS pada 2030. Maka itu perlu adanya eliminasi penularan HIV/AIDS ini,” ucap Yoga.

Lebih lanjut, menurutnya saat ini pemuda sebagai penerus bangsa harus diberikan pengetahuan dan informasi terkait hal yang menjurus pada penularan HIV/AIDS sehingga bisa untuk dihindari. Termasuk perilaku LGBT sendiri.

Dia pun berharap sekolah dan keluarga juga dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda. Harapannya mereka tetap terhindar dari perilaku yang menyimpang sehingga tidak tertular HIV/AIDS.

“Perlu peran dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, lembaga dan komunitas dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Tentunya melalui program terarah, terpadu dan menyeluruh. Semoga bergerak bersama akhiri AIDS di 2030 bisa dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan,” ucapnya. (ren/nik)

Editor : Damianus Bram
#kpa klaten #LGBT #pemkab klaten #HIV / AIDs