RADARKLATEN.COM – Peresmian Pasar Gedhe Klaten dipastikan akan digelar, Sabtu (2/12) mendatang. Berbagai persiapan jelang peresmian sudah dilakukan. Terlebih, mayoritas pedagang juga sudah berjualan di pasar tersebut.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dijadwalkan meresmikan pasar tradisional semi modern di tengah Kota Klaten tersebut.
”InsyaAllah 2 Desember akan diresmikan oleh ibu Ketua DPR Puan Mharani dan Pak Menteri PUPR. Ini pedagang yang sudah menempati Pasar Gedhe sudah 90 persen,” ucap Sri Mulyani, kemarin (29/11).
Selain itu, ada hal baru yang sebelumnya disiapkan Pemkab Klaten jelang peresmian itu yakni pasar beras di Pasar Gedhe Klaten.
Menempati sebagaian los di lantai III gedung Zona A yang menjual berbagai produk beras berkualitas premium. Termasuk beras varietas asli Klaten yakni rojolele srinuk dan srinar.
”Sebelumnya kan pernah saya sampaikan akan membangun pasar beras di Delanggu. Tetapi aset kepemilikan Sub Terminal Delanggu (yang hendak dijadikan pasar beras, Red) bukan sepenuhnya milik pemkab. Tapi juga milik pemerintah desa sehingga menjadi kendala dengan adanya dua kepemilikan tanah itu,” ucapnya.
Kini pasar beras dialihkan ke Pasar Gedhe Klaten. Total ada tujuh kios yang salah satunya dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten.
Terkait pengelolaan kios dikoordinasikan oleh PT Aneka Usaha Klaten yang merupakan perusahaan daerah yang bergerak di beberapa bidang.
Salah satunya pendistribusian beras rojolele srinuk kepada ASN di lingkungan Pemkab Klaten.
”Pasar beras di Pasar Gedhe Klaten ini sudah kami siapkan sebagai ikon baru di sana,” ucap Mulyani.
Seperti diketahui pembangunan Pasar Gedhe Klaten dimulai sejak Desember 2021 dan selesai Mei lalu.
Proyek tersebut menelan anggaran sekira Rp 88 miliar dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Pasar Gedhe Klaten mengusung konsep green building. Salah satunya menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan. Listrik dari PLTS itu akan mendukung kebutuhan energi listrik selain dari listrik PLN. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram