RADARKLATEN.COM- Hama tikus di Kabupaten Klaten mengganas. Menyerang 15 hektare lahan pertanian padi. Untuk itu, Pemkab Klaten bersama TNI dan masyarakat gencarkan gropyokan tikus.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Klaten Lilik Nugraharjo menjelaskan, tanaman padi yang diserang hama tikus tersebar di Kecamatan Juwiring, Cawas, dan Wonosari.
”Oleh petani setiap harinya dilakukan gropyokan. Hama tikus ini musiman. Memang sudah siklusnya,” jelas Lilik, Selasa (9/1/2024).
Beruntung, tidak ada tanaman padi yang sampai gagal panen akibat serangan tikus. Masih bisa diselamatkan dengan mengintensifkan gropyokan.
”Gropyokan ini lebih efektif dan ramah lingkungan dibandingkan memakai jebakan tikus beraliran listrik,” ujar Lilik.
DPKP Klaten telah meminta seluruh petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (P-POPT) di seluruh daerah untuk menggerakan petani melaksanakan gropyokan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu teknik pengendalian hama tikus dengan cara memburu secara langsung dengan menyasar lubang yang diduga menjadi sarangnya.
”Ada juga petani yang memasang rumah burung hantu di area persawahannya. Ini cukup efektif dalam mengurangi serangan tikus. Dikarenakan bagian dari rantai makanannya,” tambah Lilik. (ren/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono