Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ada 14 Kasus DBD di Awal Tahun, Dinkes Klaten Minta Masyarakat Aktifkan Gerakan PSN

Angga Purenda • Kamis, 1 Februari 2024 | 23:50 WIB
Ilustrasi Demam Berdarah.
Ilustrasi Demam Berdarah.

RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mencatat ada 14 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga pekan ketiga Januari 2024.

Kasus DDB ini tersebar di sejumlah kecamatan seperti Prambanan, Manisrenggo, Karangnongko, Bayat, Trucuk dan Juwiring.

“Pada pekan pertama dan kedua Januari total ada delapan kasus DBD. Kemudian sampai pekan ketiga bertambah menjadi ada 14 kasus yang dilaporkan. Tetapi tidak ada yang meninggal,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto, Jumat (1/2).

Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, apabila dibandingkan pada tahun lalu di periode yang sama mengalami penurunan. Mengingat pada pekan ketiga Januari 2023 terdapat 25 kasus.

Meski jumlah kasus mengalami penurunan tetapi masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai.

Dan gencar melakukan pencegahan dengan mengaktifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Pasalnya kasus DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus demam berdarah dengue.

“Upaya paling efektif untuk pencegahan yakni melakukan gerakan PSN. Kalau fogging bukan cara tepat untuk memberantas nyamuk. Soalnya fogging tidak membunuh jentik-jentik nyamuk yang berkembang di genangan air. Jadi setelah fogging selesai, nyamuk tetap muncul,” jelas Anggit.

Dinkes Klaten mendorong agar gerakan PSN terus dilakukan mulai dari rumah sendiri hingga lingkungan sekitar. Termasuk rumah kosong yang tidak huni juga berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Terutama di musim hujan saat ini dikarenakan adanya genangan air di tempat tertentu yang menjadi lokasi untuk nyamuk aedes aegypti berkembang.

“Mungkin di bak penampungan rumah sudah bersih. Tetapi di rumah-rumah kosong ini yang bisa jadi ada genangan. Maka itu kami mendorong gerakan bersih-bersih secara rutin. Dialkuan dari rumah sendiri, jalan, tempat umum dan rumah-rumah kosong,” ucap Anggit.

Di sisi lain, Anggit mengimbau warga agar tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk melakukan PSN hingga meningkatkan stamina atau daya tahan tubuh.

“Ketika demam lebih dari dua hari, alangkah baiknya segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Wedi Wahyu Ciptadi mengatakan di wilayah Wedi hingga saat ini tidak kasus DBD. Ada pun upaya pencegahan dilakukan melalui kegiatan rutin PSN.

“Kegiatan itu dilakukan oleh kader juru pemantau jentik (Jumantik) di masing-masing wilayah. Secara rutin juga melakukan PSN dua kali dalam satu pekan,” ucap Wahyu. (ren)

Editor : Damianus Bram
#demam berdarah dengue #Dinkes Klaten #Gerakan PSN #DBD