RADARSOLO.COM - Kondisi sejumlah warga Desa Temuwangi, Pedan, Klaten yang diduga mengalami keracunan makanan, saat ini diketahui sudah membaik.
Hal itu diungkapkan Pj Kepala Desa (Kades) Temuwangi, Tri Sukmana.
Dia membenarkan sejumlah warganya yang keracunan setelah membeli dan mengonsumsi olahan sayuran, seperti plencing dan plencing, yang dijajakan di Pasar Temuwangi, Pedan.
Mereka mengalami mual hingga diare sehingga perlu mendapatkan perawatan. Di antaranya ada yang harus menjalani rawat inap.
“Alhamdulillah kondisi warga sudah membaik. Sebagian sudah pulang (dari rumah sakit)," kata Tri, Selasa (20/2).
Adapun untuk pedagang yang menjual aneka olahan sayuran di Pasar Temuwangi tersebut, sementara tidak berjualan dulu.
Tri menjelaskan, pedagang yang menjajakan olahan sayuran di pasar itu setiap harinya memang berjualan dari sore hingga malam hari.
"Warga yang diduga keracunan merasakan gejalanya pada keesokan harinya setelah menyantap makanan tersebut," jelas Tri.
Diketahui, puluhan warga Kecamatan Pedan dan Trucuk, Klaten diduga mengalami keracunan makanan pada Sabtu (17/2).
Mereka merasakan sejumlah gejala seperti mual hingga diare, usai menyantap olahan sayur yang dijajakan di Pasar Temuwangi, Pedan.
Berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com, ada 12 warga dari Kecamatan Pedan yang diduga keracunan.
Sedangkan sembilan warga lain yang juga mengalami keracunan berasal dari Kecamatan Trucuk. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria