Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul Rusak Akibat Dilintasi Truk Muatan Material Tol, Kondisinya Cukup Miris dan Membahayakan

Angga Purenda • Selasa, 2 April 2024 | 00:09 WIB

 

Badan Jalan alternatif Klaten-Gunungkidul yang amblas dan diuruk di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Senin (1/4/2024). 
Badan Jalan alternatif Klaten-Gunungkidul yang amblas dan diuruk di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Senin (1/4/2024). 

RADARSOLO.COM – Jalur alternatif dari Kabupaten Klaten menuju Gunungkidul mengalami rusak berat. Tepatnya pada ruas Jalan Raya Pasung, Kecamatan Wedi menuju ke Wonosari, Gunungkidul. Kerusakan terjadi dari gapura Desa Pasung dengan kondisi jalan berlubang di beberapa titik.

Ruas jalan yang amblas hingga akhirnya diuruk dengan batu padas juga terlihat di mana-mana. Beberapa titik tampak aspal mengelupas dan bergelombang, sehingga kendaraan harus menghindar agar tidak terperosok. Situasi ini jelas cukup membahayakan pengendara.

“Untuk badan jalan yang amblas sudah terjadi dua hari lalu. Pemicunya truk muatan material tanah uruk untuk tol. Sempat dikasih penanda pohon pisang tetapi oleh pihak pengelola truk diuruk,” keluh Muhkadi, 43, salah seorang warga yang kediamannya tak jauh dari lokasi badan jalan yang amblas saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Senin (1/4/2024).

Badan jalan yang amblas itu karena dahulunya bekas sungai. Tetapi dikarenakan dilintasi truk muatan material tol dari arah Gunungkidul ke Klaten setiap harinya,  jadi tidak kuat menahan bebas hingga amblas.

Badan jalan yang amblas itu memiliki lebar hingga  hampir 5 meter, dengan kedalaman mencapai 2 meter. Kondisi tersebut sempat membuat ruas jalan alternatif Klaten-Gunungkidul itu dialihkan ke jalan desa. Sebelum akhirnya diuruk oleh pengelola truk pada Minggu (31/3) sore.

“Lubangnya cukup dalam. Bahkan dari kejauhan tidak kelihatan. Jadi cukup membahayakan pengendara yang melintas,” ujar Muhkadi.

Dia mengungkapkan, jalan yang rusak tidak hanya pada satu titik saja, tetapi sepanjang jalan penghubung Klaten-Gunungkidul yang ada di Desa Pasung. Bahkan ada satu titik jalan yang mengalami kerusakan hingga membuat kendaraan harus bergantian untuk melintas.

Sementara itu, Kepala Desa Pasung Sumarsono membenarkan bahwa Jalan Klaten-Gunungkidul sudah mengalami kerusakan sejak satu tahun ini. Terutama di sepanjang 1 km, dikarenakan sering dilintasi truk muatan material berupa tanah uruk untuk jalan tol.

“Kalau setiap harinya ada 100 sampai 200 truk yang melintas. Secara umum kerusakan ini sudah lama. Paling parah di sebelah selatan tetapi masih masuk wilayah Pasung,” jelas Sumarsono.

Lebih lanjut, Sumarsono mengungkapkan, tepat di bawah badan jalan yang amblas itu terdapat gorong-gorong yang tidak aktif buatan zaman Belanda. Sudah dilakukan penanganan secara darurat sehingga bisa dilintasi kembali.

Diakuinya, Pemerintah Desa Pasung tidak bisa berbuat banyak karena statusnya jalan kabupaten. Memang pada beberapa titik kerusakan Jalan Klaten-Gunungkidul di Desa Pasung sudah dilakukan perbaikan.

“Harapan kami jalan yang rusak di wilayah desa kami untuk segera diperbaiki. Dikarenakan akan mendekati Lebaran juga. Ruas jalan ini cukup ramai dan sering terjadi kecelakaan. Minimal dengan perbaikan yang dilakukan itu bisa dilintasi saat arus mudik dan balik lebaran,” ujar Sumarsono. (ren/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#jalan berlubang #klaten #gunung kidul #proyek tol