RADARSOLO.COM – Rombongan peserta mudik gratis mulai tiba di Terminal Ir Soekarno Klaten pada Sabtu (6/4/2024) malam, sekira pukul 23.50. Kedatangan 10 unit bus yang membawa pemudik langsung disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten.
Sebelum pemudik melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya masing-masing, mereka diminta untuk menikmati hidangan soto yang sudah disediakan oleh Pemkab Klaten. Menyantap dengan ditemani lauk berupa tahu goreng dan minuman teh hangat secara gratis di terminal tipe A tersebut.
Tampak pemudik begitu lahap menikmati hidangan soto tersebut setelah menempuh perjalanan hingga belasan jam lamanya. Bahkan sampai terjebak macet setelah dilepas dari Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu (6/4) siang. Salah satunya dirasakan pemudik asal Kecamatan Wonosari, Klaten, Sutanto, 61.
“Sebenarnya sudah dari pukul 10.00 tetapi baru bisa keluar dari TMII sekira Pukul 12.00. Sempat istirahat di Kendal, hanya satu kali saja,” ujar Sutanto saat ditemui radarsolo.jawapos.com sambil menikmati hidangan soto di Terminal Ir Soekarno Klaten, Sabtu (6/4).
Lebih lanjut, Sutanto menjelaskan, kemacetan juga dirasakan di Kalikangkung, Kabupaten Tegal. Hal yang sama juga terjadi saat melintas di Semarang. Sebelum akhirnya tiba di Klaten.
“Ini baru pertama kali saya mengikuti mudik gratis ini. Biasanya saya naik kereta api bersama keluarga. Tetapi kehabisan tiket, jadi pilih program mudik gratis dari pemerintah daerah karena sangat membantu,” jelas Sutanto.
Sementara itu, peserta mudik gratis lainnya, Kornel mengungkapkan bahwa perjalanannya ke Klaten menggunakan bus sempat terjebak macet di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat selama satu jam. Hal yang sama juga dirasakan saat tiba di Semarang juga merasakan hal yang sama.
“Saat melintasi ruas aja yang diberlakukan one way system bisa berjalan dengan lancar. Hanya ribet anak-anak saja. Tetapi kalau selama perjalanan asyik-asyik aja,” ujar kornel yang mudik bersama istri dan kedua anaknya ke Kecamatan Tulung, Klaten.
Dia mengaku, saat mudik biasanya menggunakan kendaraan pribadi bersama temannya dengan bergantian untuk mengemudikan. Tetapi karena adanya program mudik gratis tersebut membuatnya memilih pulang kampung ke Klaten dengan menggunakan bus.
Menurutnya, selain hemat biaya juga tidak merasakan kelelahan saat perjalanan mudik tersebut.
Sekda Klaten Jajang Prihono mengungkapkan, Pemkab Klaten telah memfasilitasi warga Klaten yang ada di Jabodetabek untuk kelancaran mudik pada Lebaran kali ini, Lewat bantuan 10 unit bus mudik gratis dengan jumlah pemudik yang terangkut sekira 500 orang.
“Walaupun terkena macet cukup lama, Alhamdulillah sudah tiba di Klaten. Kami atas nama Pemkab Klaten menyampaikan ucapan selamat datang saudara-saudara kami di Klaten. Semoga dengan harapan dan teriring doa, pelaksanaan ibadah puasa berjalan lancar. Apa yang dirindukan bisa terobati,” ujar Jajang. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy