RADARSOLO.COM - Sepinya Taman Kuliner Mal Pelayanan Publik (MPP) Klaten dari pembeli telah diketahui para pimpinan DPRD Kabupaten Klaten.
Mereka meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan inovasi agar pusat kuliner di tengah kota itu menjadi ramai.
Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten yang melakukan pengelolaan terhadap Taman Kuliner MPP dituntut untuk kreatif.
Terutama bagaimana membuat taman kuliner itu menjadi ramai untuk dikunjungi masyarakat.
”Misalnya dengan membuat event. Bisa juga menangkap celah seperti Ramadan dan Lebaran. Dua agenda itu bisa dimaksimalkan agar bagaimana taman kuliner itu menjadi ramai,” ujar Hamenang, beberapa waktu lalu.
Hamenang mengungkapkan, untuk meramaikan taman kuliner itu bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pelaku UMKM setempat.
Termasuk menggandeng dari event organizer (EO) untuk menggelar berbagai acara di Taman Kuliner MPP. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung.
”Kami harapkan para pedagang di taman kuliner bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Monggo, nanti kegiatannya seperti apa. Jangan sampai momen yang baik tidak dimanfaatkan,” ujar Hamenang.
Hamenang mengakui, Taman Kuliner MPP pada hari biasa memang sepi. Maka itu, menurutnya butuh kreativitas dan inovasi dari DKUMP Klaten.
Seperti menggelar berbagai acara hingga menarik kuliner yang diburu masyarakat guna memancing untuk datang ke taman kuliner.
Wakil Ketua DPRD Klaten Hariyanto mengapresiasi dengan adanya taman kuliner tersebut.
Hal itu menjadikan para pedagang kaki lima untuk berjualan tidak lagi di sembarang tempat. Ditambah lokasinya yang dinilai cukup bersih.
”Sampai saat ini sebenarnya saya belum mendengar keluhan secara langsung. Tetapi kalau itu sampai terjadi (kondisi sepi), maka pemkab perlu intropeksi diri. Bagaimana dengan memberikan fasilitas ini (taman kuliner) kok masih sepi,” ujar Hariyanto.
Menurutnya, pemkab harus segera melangkah agar Taman Kuliner MPP bisa menjadi ramai. Termasuk bisa lebih bermanfaat bagi para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.
Terlebih lagi para pedagang sebelumnya juga mau direlokasi dari tempatnya berjualan yang awalnya di depan Masjid Raya Klaten.
Dia mengungkapkan, momen Ramadhan dan lebaran seharusnya membuat pusat kuliner menjadi ramai.
Tetapi dengan sepinya Taman Kuliner MPP, dari analisisnya bisa dipengaruhi yang salah satunya dari lingkungan sekitarnya. Termasuk akses jalan yang dinilai kurang memadai.
”Kan bisa mempengaruhi terhadap pembeli yang akan datang. Maka itu perlu diperhatikan juga,” tambah Hariyanto.
Dia sebenarnya mengapresiasi keberadaan Taman Kuliner MPP Klaten tersebut.
Terlebih lagi fasilitas tersebut dinilai sangat menunjang bagi para pedagang untuk berjualan. Dipusatkan dalam satu lokasi dengan harapan banyak pembeli yang berdatangan.
Ditambah pengunjung yang datang diharapkan juga berasal dari masyarakat yang sedang mengurus administrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) karena masih satu kawasan. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram