Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengembangan Padi Rojolele Varietas Srinuk di Klaten: Permintaan Tinggi, Raup Omzet Belasan Juta

Angga Purenda • Minggu, 14 April 2024 | 20:00 WIB
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Petani Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten sedang memanen padi rojolele varietas Srinuk, beberapa waktu lalu.
LEBIH MENGUNTUNGKAN: Petani Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten sedang memanen padi rojolele varietas Srinuk, beberapa waktu lalu.

RADARSOLO.COM - Penanaman padi rojolele varietas Srinuk khas Klaten semakin dirasakan manfaatnya bagi petani.

Mereka kebanjiran pesanan hingga wilayah Jabodetabek, pendapatan pun meningkat signifikan.

Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu menjadi salah satu sentra penanaman padi rojolele varietas Srinuk khas Klaten.

Dari total luasan lahan pertanian 70 hektare, untuk yang ditanami padi rojolele Srinuk saat ini seluas 20 hektare atau sekira 70 patok.

Bahkan pernah menyentuh dengan luasan 40 hektare atau 160 patok pada 2021 lalu.

Kini petani di Desa Delanggu mulai merasakan pendapatan yang lebih menjanjikan.

Ditambah minat pasar yang cukup tinggi terhadap beras yang dikenal pulen dan aromatik ini.

”Untuk dampak ke petani dari dulu memang tidak berubah. Permintaan beras rojolele memang tinggi baik itu domesti maupun pasar di luar Klaten. Petani tidak khawatir karena harganya stabil,” ujar Ketua Sub Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Sanggar Rojolele Desa Delanggu, Eksan Hartanto.

Eksan mengungkapkan, selain pendapatan tinggi, padi rojolele tidak sulit dibudidayakan.

Mengingat petani sudah paham karakternya, terutama saat musim tanam (MT) I, MT II maupun MT III.

”Untuk kebutuhan beras rojolele di pasar cukup tinggi. Bahkan selama tiga bulan terakhir ini untuk kebutuhan rojolele srinuk di Klaten sendiri tidak mencukupi. Dikarenakan menyusutnya luas tanam padi rojolele akibat dampak hama tikus,” ujar Eksan.

Eksan menjelaskan, petani padi rojolele di Delanggu menerapkan sistem jual gabah kering panen (GKP) maupun gabah basah ke mitra penggilingan padi.

Per hektarnya petani bisa menjual gabah dari 6,5 ton sampai 7 ton. Ada pun harganya rata-rata Rp 7.000 per kg, yang masih tinggi dibandingkan dengan gabah dari padi non rojolele.

”Tetapi kami membuat perjanjian dengan mitra penggilingan padi. Bahwa petani bisa membeli beras hasil penggilingan hasil panen kami. Dari mitra penggilingan kami mendapatkan harga Rp 15.500 per kg. Lalu kami jual ulang dengan harga Rp 17.500 per kg dengan tetap memperhitungkan biaya transportasi dan kemasan,” ujar Eksan.

Sistem pasca panen dengan menjual gabah padi rojolele tersebut telah diterapkan oleh petani di Desa Delanggu selama satu tahun terakhir.

Hal itu dilakukan agar petani bisa segera memperoleh pendapatan untuk dijadikan modal kembali penanaman padi rojolele selanjutnya.

Daripada harus menjual dalam bentuk beras karena minimal harus menunggu sekira tiga minggu baru memperoleh pendapatan.

”Untuk pasar beras rojolele kami ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Salah satunya Paguyuban Warga Klaten di Jabodetabek. Setiap bulannya kami hanya bisa menyuplai 4 ton sampai 5 ton saja,” tambah Eksan.

Terkait pendapatan setiap kali musim tanam, Eksan menjelaskan laba kotor dari Rp 30 juta sampai Rp 35 juta per hektare. Dikurangi biaya produksi sekira Rp 10 juta per hektare.

Maka asumsi keuntungan petani padi rojolele Srinuk dengan luasan 1 hektare bisa sampai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta.

Tetapi catatannya, mayoritas petani di Desa Delanggu merupakan penggarap. Maka menerapkan sistem bagi hasil dengan pemilik sawah dengan menyetorkan 50 persen dari pendapatan yang diperoleh.

Jadi keuntungan bersih petani penggarap padi rojolele dengan luas tanam 1 hektare setelah dibagi hasil yakni sebesar Rp 10 juta sampai Rp 12,5 juta.

”Yang perlu diingat, keuntungan yang didapat petani itu harus menunggu selama empat bulan,” ujar Eksan. (ren/adi)

Editor : Damianus Bram
#srinuk #klaten #beras #Rojolele  #padi