Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cekcok Kakak Beradik di Kalikotes Klaten Ini Berakhir Tragis, Warga Sempat Takut Melihatnya

Angga Purenda • Jumat, 26 April 2024 | 02:19 WIB

 

Police line terpasang di TKP perkelahihan berujung kematian di Klikotes Klaten.
Police line terpasang di TKP perkelahihan berujung kematian di Klikotes Klaten.

RADARSOLO.COM - Peristiwa penganiayaan melibatkan kakak beradik hingga berujung kematian terjadi di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Rabu (24/4/2024) malam. Peristiwa itu melibatkan SAP, 58, sebagai korban dan sang adik SG, 51, selaku pelaku penganiayaan hingga meninggal dunia

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, malam kejadian warga sekitar lokasi kejadian mendengar suara keributan dari rumah SAP dan SG yang tinggal serumah. Keduanya terlibat cekcok di halaman rumah. Tetapi tidak ada warga yang berani mendekat sehingga melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalikotes.

“Warga tidak ada yang berani masuk (ke halaman rumah). Makanya lapor polisi dulu. Setelah datang baru warga berani,” ujar salah satu warga Desa Gemblegan, Bambang, 47, saat ditemui di lokasi kejadian.

Bambang mengungkapkan, saat kepolisian sampai lokasi kejadian tampak pelaku yakni SG hanya berdiam di halaman rumah. Sedangkan sang kakak SAP terlihat tergeletak sudah tidak berdaya.

Bambang mengungkapkan, saat pelaku ditangkap polisi tidak melakukan perlawanan sama sekali. Bahkan terkesan menyerah begitu saja. Termasuk tidak ada usaha untuk melarikan diri setelah melakukan penganiayaan terhadap sang kakak.

“Padahal sebelumnya mereka berdua ini membuat pagar rumah. Saya tidak tahu yang menjadi penyebab perselisihan hingga adanya penganiayaan itu,” tambah Bambang.

Bambang menjelaskan, kakak-adik itu hidup serumah bersama ibunya yang sudah lanjut usia. Tetapi hanyak beraktivitas di dalam kamar saja karena tidak bisa jalan. Kakak beradik itu juga masih mendapatkan kiriman uang untuk kebutuhan harian dari keluarganya di Jakarta. Sedangkan kondisi kakak-adik itu diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa.

Saat Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian tampak garis polisi masih terpasang pada halaman dan rumah tempat kejadian. Pintu rumah masih dalam kondisi terbuka, sementara sang ibu yang sudah lanjut usia tinggal di rumah rumah warga lainnya untuk sementara waktu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Klaten AKP Yulianus Dica Ariseno Adi menjelaskan, sampai saat ini sudah memeriksa sejumlah saksi atas kejadian ini. Termasuk mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Klaten.

“Dari beberapa keterangan saksi, pelaku pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Soedjarwadi Klaten. Langkah yang akan kami ambil akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah benar pelaku mengalami gangguan jiwa.,” ujar Yulianus.

Yulianus mengakui, sampai saat ini, kepolisian masih kesulitan dalam mendapatkan keterangan dari pelaku. Begitu juga motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Mengingat setiap kali ditanya terkait motif penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia itu masih menjawab dengan ngelantur.

“Tapi belum ditemukan surat yang menjelaskan bahwa mereka mengalami gangguan jiwa. Maka itu perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan mendatangkan psikiater untuk memastikan,” ujarnya.

 

Polres Klaten telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Seperti kayu yang memiliki panjang 0,5 meter dan batu bata. Benda itu digunakan pelaku untuk melakukan penganiyaan terhadap korban.

“Korban mengalami luka di bagian kepala. Saat ini kami kirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Jogjakarta untuk dilakukan otopsi,” ujar Yulianus. (ren/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#kakak beradik #meninggal dunia #Kalikotes Klaten #polres klaten #penganiayaan