RADARSOLO.COM-Tradisi unik dalam acara bersih dusun yakni Plegung Sapi digelar di Dusun Bunder Jarakan, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Minggu (28/4).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kedung Tanggul Rejo Guyub Rukun dusun setempat.
Diawali sapi-sapi diarak peternak masuk ke kedung untuk dimandikan.
Setelah dimandikan, sapi dijemur beberapa menit di bawah terik sinar matahari.
Dilanjutkan doa bersama oleh tokoh agama yang dilaksanakan secara Katolik.
Berikutnya, tokoh agama memercikan air suci ke arah puluhan ekor sapi.
Sebagai puncak acaranya, digelar tradisi dawetan, yakni minum dawet bersama-sama.
Ini sebagai wujud syukur agar agar susu sapi yang dihasilkan lancar, sehingga memberikan manfaat secara ekonomi kepada peternak.
Tradisi Plegung Sapi dilanjutkan dengan kirab budaya yang diikuti ratusan warga dusun setempat.
Mereka membawa tumpeng dan gunungan hasil bumi yang dikirab mengelilingi kampung hingga sampai di kedung.
Kemudian berakhir dengan halal bihalal dan makan bersama.
“Plegung Sapi dan kirab budaya ini merupakan bagian dari tradisi dusun kami. Kami coba angkat budaya untuk mengenalkan kampung kami. Sekaligus menarik kedatangan wisatawan,” terang Basir, panitia Plegung Sapi dan kirab budaya di Dusun Bunder Jarakan.
Diungkapkan Basir, Dusun Bunder Jarakan memiliki populasi sapi lebih dari 500 ekor.
Berfokus pada ternak sapi peranakan, meski kegiatan penggemukan juga ada.
Ke depan, potensi wisata di Dusun Bunder Jarakan digarap lebih seris.
Terlebih lagi di dusun tersebut juga terdapat aktivitas memerah susu sapi. Setidaknya total ada 250 ekor sapi perah yang dimiliki peternak.
Plegung Sapi juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan hewan ternak.
Petugas pemeriksaan berasal tim kesehatan hewan Kecamatan Jatinom
Camat Jatinom Agus Sunyata mengapresiasi tradisi Plegung Sapi dan kirab budaya.
"Mengacu Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Jatinom memiliki potensi di sektor peternakan dan pertanian. Pusatnya peternakan di Klaten. Apalagi terdapat pasar hewan di Jatinom," papar Agus.
Populasi sapi terbanyak di Jatinom tersebar di Desa Kayumas, Bonyokan dan Bandungan.
"Semoga bisa menginspirasi daerah lainnya. Mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan melestarikan tradisi,” harap Agus. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono