Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lewat Dukungan Anggaran, DPRD Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Klaten

Angga Purenda • Kamis, 2 Mei 2024 | 23:17 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Klaten Edy Sasongko
Ketua Komisi IV DPRD Klaten Edy Sasongko

RADARSOLO.COM - DPRD Kabupaten Klaten terus mendorong peningkatan mutu Pendidikan di Kota Bersinar.

Bahkan lembaga perwakilan rakyat daerah tersebut selalu mendukung dari sektor penganggaran yang dialokasikan dari APBD.

“Kami berharap Pendidikan di Klaten harus terus meningkatkan mutu pendidikannya,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Klaten Edy Sasongko, usai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Klaten, Kamis (2/5/2024).

“Ini dikarenakan kami selaku DPRD Klaten selalu mendukung. Baik itu anggarannya, terlebih di Klaten untuk anggaran pendidikannya sudah di atas 30 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan, dengan pengalokasikan anggaran yang sudah di atas 30 persen harus diiringi dengan peningkatan mutu pendidikannya. Harapannya tidak kalah dengan daerah lainnya.

“Jadi Maju, Mandiri dan Sejahtera itu harus menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan sehat. Misi kelima ini harus benar-benar kami kawal terwujud di Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD) 2021-2026. Itu sudah menjadi komitmen kami di DPRD,” jelas Edy.

Ucapan Perayaan Hari Pendidikan Nasional dari DPRD Klaten
Ucapan Perayaan Hari Pendidikan Nasional dari DPRD Klaten

Edy mengungkapkan, bahwa hal tersebut sudah ditetapkan dalam peraturan daerah (Perda) RPJMD bahwa Klaten mewujudkan SDM yang cerdas. Maka hal itu yang harus menjadi pegangan.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang SMP di Klaten di 2023 mencapai 81,56 persen. Hal itu juga sudah diketahui oleh Komisi IV DPRD Klaten.

“Kenapa anak tidak sekolah sampai jenjang SMP, itu mungkin disebabkan karena anaknya disabilitas sehingga kurang percaya diri. Maka itu kita harus proaktif, bagaimana angka partisipasi sekolah bisa 100 persen. Jadi penyebabnya harus dicari dulu, sekalipun di Klaten sudah ada sekolah inklusi,” ujar Edy.

Sebagai informasi, APS adalah perbandingan antara jumlah murid kelompok usia sekolah tententu yang bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai.

Semakin tinggi APS berarti semakin banyak usia sekolah yang bersekolah di suatu daerah.

“Kita harus proaktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga sudah menyampaikan ke dinas agar harus betul-betul sesuai dengan yang diharapkan. Agar rata-rata lama sekolah juga harus sesuai,” ujar Edy.

Edy mengungkapkan, bahwa saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Klaten mengalami telah mengalami peningkatan.

Dari 2022 mencapai 76,95, kemudian meningkat menjadi 77,59 pada 2023. Terlebih lagi sudah di atas IPM dari Provinsi Jawa Tengah maupun Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Titin Windiyarsih terus mendorong seluruh sekolah negeri di Klaten. Harapannya dapat meningkatkan mutu pendidikannya.

“Tentu saja berbenah dari SDM-nya seperti guru-gurunya sehingga semakin semangat dan menata sekolah. Berbenah dari sarana-prasarannya dan promosi-promosi. Begitu juga kegiatannya yang baik dari sekolah swasta harus dibawa ke negeri. Apa yang menjadi daya jualnya sehingga bisa bersama-sama. Jadi tidak persaingan lagi, tapi saling berjalan bersama agar Pendidikan Klaten berkembang maju,” ujar Titin. (ren)

Editor : Damianus Bram
#hardiknas #hari pendidikan nasional #rpjmd #apbd #dprd klaten