RADARSOLO.COM - Ratusan makam di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo mulai dibongkar untuk dipindahkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang baru. Tepatnya di Dusun Sorogenen dan Dukuh dengan total ada 208 makam yang dipindahkan oleh pihak ketiga yakni Tim Al Iswat.
Lokasi makam yang direlokasi tepat di pinggir Jalan Tol Solo Jogja. Meski tidak berada di tengah badan jalan tol, tetapi masuk dalam kawasan jalan bebas hambatan tersebut.
Para ahli waris pun sudah menerima Uang Ganti Rugi (UGR) satu bulan yang lalu dengan nilai beragam. Mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta disesuaikan dengan kondisi makam masing-masing.
Pemindahan makam itu diawali dengan menggelar tradisi slametan yang dilaksanakan oleh pemuka agama masing-masing dan masyarakat setempat. Mengingat yang dimakamkan tidak hanya beragama Islam saja tetapi juga ada Kristen dan Hindu.
“Jadi pemindahan diawali dengan tiga makam cikal bakal dahulu, lalu menyusul lainnya. Kalau soal makam cikal bakal kurang tahu bagaimana ceritanya. Termasuk dari warga juga tidak tahu karena tidak bisa membuktikan. Tapi paling tua dimakamkan pada usia 90 tahun,” jelas Kepala Dusun (Kadus) II Desa Kranggan, Saifudin Zuhri kepada Jawa Pos Radar Solo ditemui di lokasi, Kamis (9/5).
Lebih lanjut, Saifudin menjelaskan, dari ratusan yang dipindahkan terdapat makam yang baru tiga bulan di TPU tersebut. Meski sudah mengetahui makam akan direlokasi karena terdampak tol. Masyarakat tetap memakamkan di lokasi tersebut karena TPU lainnya sudah penuh.
“Untuk TPU yang baru ini merupakan tanah kas desa pengganti yang terdampak tol. Memiliki luas sekira 1725 meter persegi jadi bisa digunakan oleh warga Kranggan. Sebelumnya lahan itu milik perseorangan,” jelas Saifudin.
Sementara itu, Ketua Tim Al Iswat Dwi Joko Yudho menjelaskan dalam pembongkaran makam di Desa Kranggan kali ini menerjunkan 32 personel. Mereka terbagi dalam beberapa bagian.
“Tim penggali kubur ada 22 orang. Sisanya untuk mengkafani, helper (tim bantuan) dan bagian administrasi yang mencatat. Rencanannya akan kami kerjakan dalam waktu lima hari mulai Kamis (9/5) ini sampai besok Senin (13/5),” jelas Joko.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan dari total 208 makam itu terdapat 203 makam yang mendapatkan UGR dari pihak tol. Sedangkan untuk biaya pengurusan pemindahan lima makam lainnya dengan swadaya.
“Untuk makam yang dipindahkan ini terdapat ahli waris dan tidak diketahui sama sekali. Tetapi makam yang tidak diketahui ahli warisnya nanti akan diwakilkan oleh panitia,” jelas Joko. (ren/adi)
Editor : Adi Pras