Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Disdik Klaten Evaluasi Penerapan Lima Hari Masuk Sekolah di 26 SD Ini

Angga Purenda • Minggu, 26 Mei 2024 | 22:14 WIB
Sejumlah siswa SD mengakses internet di kantor Disdik Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sejumlah siswa SD mengakses internet di kantor Disdik Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten bakal melakukan evaluasi terhadap 26 sekolah dasar (SD) negeri yang melaksanakan lima hari masuk sekolah. Hal itu untuk mengetahui dampak terhadap mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Program yang digulirkan oleh disdik itu sudah berjalan selama satu tahun dengan sebutan sekolah interaktif terpadu. Setiap kecamatan terdapat satu SD yang menjadi pilot project dengan aktivitas pembelajaran di sekolah berlangsung sehari penuh.

“Penerapan lima hari masuk sekolah di 26 SD ini menjadi salah satu inovasi dari disdik. Setelah tahun pertama ini berjalan akan dilaksanakan evaluasi di depan bapak sekretaris daerah (Sekda),” ujar Kepala Disdik Klaten Titin Windiyarsih, saat ditemui pada Selasa (21/5).

Titin menambahkan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak. Terutama para siswa, guru hingga pendapat dari orang tua terkait keberatan atau tidak dengan penerapan program tersebut.

Evaluasi juga dengan meminta masukan dari tokoh masyarakat hingga tokoh agama terhadap pelaksanaan sekolah dari setiap Senin-Jumat itu.

Meski begitu, evaluasi tetap menitikberatkan pada penilaian akhir dari kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dijalani para siswa.

“Mutu pendidikan (dievaluasi) tetap menjadi yang utama. Jangan sampai gara-gara lima hari masuk sekolah membuat mutu pendidikannya menjadi jelek. Itu yang tidak boleh,” tegas Titin.

Dari pantauan sementara yang dilakukan disdik terhadap 26 SD yang menerapkan lima hari sekolah itu untuk mutu pendidikannya mengalami peningkatan.

Begitu juga dengan sarana-prasarana untuk menunjang KBM di sekolah juga dinilai lebih bagus. Harapannya dapat terus dipertahankan.

“Jadi lima hari masuk sekolah itu setiap harinya pulang hingga pukul 15.30 seperti Aparatur Sipil Negara (ASN). Tapi bisa saja pada Sabtu itu masih masuk sekolah. Entah itu kegiatan ekstrakulikuler maupun mengikuti kompetisi,” ujar Titin.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan, program lima hari masuk sekolah itu bagian dari inovasi untuk memudahkan para siswa. Terutama dalam mengatur waktunya.

“Jadi Sabtu bisa digunakan untuk beristirahat untuk menjaga kondisi badan. Harapanya bisa maksimal dalam menempuh pendidikan di Sekolah,” jelas Mulyani.

Di sampaing itu, Mulyani juga mengingatkan agar para pendidik untuk bisa melakukan inovasi saat memberikan materi pembelajaran kepada siswa. Harapannya bisa mengemas KBM di kelasnya masing-masing dengan lebih menyenangkan. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#evaluasi #sd #disdik klaten #bupati klaten sri mulyani #sekolah lima hari