Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jelang Idul Adha, Pemkab Klaten Terjunkan 26 Tim Pemantau Hewan: Ini yang Perlu Diantisipasi

Angga Purenda • Kamis, 30 Mei 2024 | 00:08 WIB
Tim pemantau hewan kurban dari DKPP Klaten saat melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan Jatinom, Rabu (29/5). (Angga Purenda/Radar Solo)
Tim pemantau hewan kurban dari DKPP Klaten saat melakukan pemeriksaan di Pasar Hewan Jatinom, Rabu (29/5). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menerjunkan 26 tim pemantau hewan kurban ke 26 kecamatan di Klaten menjelang Idul Adha. Tim tersebut terdiri dari dokter hewan dan paramedik yang berjumlah dua hingga tiga orang.

”Tugas utamanya yakni melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Apabila peternak yang meminta bantuan untuk pengecekan kesehatan hewan kurban tetap kami laksanakan,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Klaten Triyanto, Rabu (29/5).

Triyanto menambahkan, dalam menjalankan tugasnya memeriksa kesehatan hewan akan terhubung dalam aplikasi. Harapannya seluruh hasil dari pemeriksaan itu bisa dipantau melalui aplikasi tersebut.

”Seperti hari ini kami melakukan pemeriksaan di wilayah Jatinom. Ada sekira 10-15 ekor sapi yang kami periksa. Hasilnya dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan untuk menjadi hewan kurban,” jelas Triyanto.

Bagi peternak yang memerlukan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) bisa menghubungi tim pemantau. Nantinya akan dilaksanakan pemeriksaan hingga mengeluarkan SKKH tersebut. Terlebih lagi dengan memiliki SKKH itu lebih menyakinkan pembeli ternaknya benar-benar sehat.

”Bagi yang hendak membeli hewan kurban untuk persyaratannya yakni sudah berusia 2,5 tahun. Kemudian giginya sudah lepas, satu atau dua gigi. Kondisinya tidak cacat dan tidak berpenyakit,” jelas Triyanto.

Dia mengungkapkan, saat hendak membeli hewan kurban untuk melihat secara fisik terlebih dahulu. Terutama patah tulang pada kakinya saat diturunkan dari mobil. Bisa jadi mengalami kecacatan karena masih terinfeksi lumpy skin disease (LSD) karena belum sembuh sepenuhnya.

Salah seorang pedagang hewan kurban, Agung, 47, mengungkapkan, permintaan jelang Idul Adha mengalami kenaikan dua kali lipat. Dari biasanya hanya menjual lima ekor menjadi 10 ekor sapi setiap kali berjualan di Pasar Hewan Jatinom. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Lumpy Skin Disease (LSD) #idul adha #DKPP Klaten #jatinom #Pasar Hewan Jatinom #SKKH #surat keterangan kesehatan hewan #dokter hewan