Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Total Entaskan Kemiskinan, Pemkab Klaten Gelontorkan Bantuan Rehab 245 Unit Rumah Tidak Layak Huni

Angga Purenda • Jumat, 31 Mei 2024 | 00:11 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani secara simbolis menyerahkan bantuan rehab RTLH kepada perwakilan penerima manfaat di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (30/5/2024).
Bupati Klaten Sri Mulyani secara simbolis menyerahkan bantuan rehab RTLH kepada perwakilan penerima manfaat di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (30/5/2024).

RADARSOLO.COM- Pemkab Klaten menggencarkan program pengentasan kemiskinan.

Salah satunya menyerahkan bantuan rehab 245 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Secara simbolis, bantuan diberikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani kepada perwakilan penerima manfaat di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (30/5/2024).

Nominal bantuan rehab RTLH senilai Rp 12 juta per unit. Tersebar merata di 89 desa di 26 kecamatan.

“Jadi ada 245 kepala keluarga (KK) yang layak menerima bantuan RTLH. Tetapi pada APBD perubahan akan ditambah. Akan dikembalikan seperti tahun sebelumnya, yakni sebanyak 765 unit,” jelas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Klaten Muh. Anwar Shodiq.

Mereka yang menerima bantuan RTLH tahun ini telah memenuhi kriteria. Terutama merujuk pada tiga bagian rumah, yakni lantai, dinding dan atap.

Seperti lantai yang masih berupa tanah maupun plesteran dengan kondisi rusak.

Kemudian dinding anyaman bambu maupun kayu yang sudah lapuk. Begitu juga pasangan bata yang sudah mengalami kerusakan.

Ditambah atap rumah masih berupa seng, bambu maupun Jerami.

“Kriteria itu harus dipenuhi. Jadi harapannya ketika lantainya masih berupa plesteran, bisa untuk dikeramik. Begitu juga dinding yang awalnya anyaman bambu bisa dinding permanen," kata Shodiq.

"Ditambah atap yang awalnya untuk rusuknya menggunakan bambu bisa diganti kayu yang lebih kuat,” imbuh dia.

Shodiq mengungkapkan, dalam pelaksanaan rehab RTLH akan didampingi oleh fasilitator.

Baca Juga: Program Musrenbang CSR, Rehab RTLH Jadi Prioritas

Termasuk dalam hal pengawasan dan membelanjakan bahan bangunan untuk memastikan membeli sesuai kebutuhannya.

Pelaksanaan rehab RTLH diharapkan bisa dilaksanakan secara gotong-royong melibatkan masyarakat setempat.

“Saat bersamaan terdapat bantuan rehab RTLH dari pemerintah provinsi. Sudah disosialisasikan juga. Ada sekira 190 unit dengan setiap unitnya mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta,” tambah Shodiq.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani berharap, bantuan rehab RTLH bisa menghadirkan hunian yang nyaman dan sehat.

Meski begitu, Sri Mulyani menyadari bahwa bantuan yang digelontorkan belum bisa mencukupi untuk merehab RTLH sepenuhnya.

Sebab itu, bupati Klaten mendorong perlunya gotong-royong dalam pelaksanaannya.

“Saya minta tolong kepada Pak Sekda dan Bappedalitbang, kalau memang memungkinkan untuk bisa dikembalikan seperti 2023. Jangan sampai berkurang untuk jumlah RTLH yang mendapatkan bantuan. Tetapi justru bisa ditambah setiap tahunnya,” urai Mulyani.

Bupati Klaten mengungkapkan, untuk nominal bantuan yang diberikan untuk rehab RTLH akan ditingkatkan.

Dari sebelumnya Rp 12 juta per unit, akan menjadi Rp 15 juta per unit.

“Dari sebelumnya renovasi, untuk tahun depan namanya perbaikan atau pembuatan rumah sehat. Jadi harus ditingkatkan menjadi Rp 15 juta per unit," jelas Sri Mulyani.

"Pelaksanaanya dilakukan secara gotong-royong melibatkan masyarakat. Saya minta kepala desa untuk mengawal sehingga pada pertengahan 2024 dapat diselesaikan,” lanjut bupati Klaten. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#rumah tidak layak huni #entaskan kemiskinan #rtlh #rehabilitasi #pemkab klaten #bupati sri mulyani