RADARSOLO.COM – Penataan terhadap Stasiun Klaten telah dimulai oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) di awal Juni 2024. Diawali dengan melakukan pembongkaran 18 bangunan semi permanen di lahan milik PT KAI sekitar Stasiun Klaten.
Seperti yang terlihat pada Kamis (6/6) siang, tampak alat berat berupa ekskavator sedang membongkar bangunan semi permanen di sisi timur Stasiun Klaten. Sebelumnya menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima (PKL). Begitu juga di sisi utara terdapat bangunan yang sebelumnya kios juga dilakukan pembongkaran.
”Kami telah melakukan penertiban (pembongkaran) sebagai bagian penataan. Termasuk di dalamnya beautifikasi yang nantinya langsung mempercantik dan nilai tambah di Stasiun Klaten,” jelas Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro saat ditemui di Klaten, Kamis (6/6).
Krisbiyantoro menjelaskan, dari 18 bangunan yang dibongkar itu terdapat delapan PKL yang tidak ada ikatan dengan PT KAI. Mereka yang terdampak itu telah setuju dan diberikan kompensasi uang bantu bongkar senilai Rp 200 ribu per meter persegi.
Di sisi lain, penataan Stasiun Klaten dilakukan karena dari tahun ke tahun pertumbuhan volume penumpang sangat tinggi. Berdasarkan data dari Daop 6 Jogjakarta pada 2021 terdapat 167.342 penumpang. Kemudian mengalami kenaikan hingga 146 persen pada 2022 menjadi 442.470 penumpang.
Sementara itu, pada 2023 terdapat peningkatan sebesar 217 persen dibandingkan dengan data 2021. Artinya, pada 2023 terdapat 593.408 penumpang kereta api. Kemudian pada 2024 dan selanjutnya diprediksi akan terus meningkat.
”Saat ini penumpang kereta api jarak jauh di Stasiun Klaten rata-rata per harinya mencapai 800 penumpang. Sedangkan untuk penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) mencapai 1.300 penumpang per harinya,” ujar Krisbiyantoro.
Dia menjelaskan, kereta yang dilayani Stasiun Klaten cukup banyak dan beragam. Terdapat 64 kereta api antarkota dan 30 kereta api perkotaan yang terdiri dari 24 perjalanan KRL dan enam perjalanan KRL Bandara Adi Soemarmo. (ren/adi)
Editor : Adi Pras