Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kekeringan Melanda Tiga Desa di Lereng Gunung Merapi Klaten, Warga Mulai Kekurangan Air Bersih

Angga Purenda • Selasa, 11 Juni 2024 | 00:15 WIB
BPBD Klaten menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan di Kecamatan Kemalang, Klaten, Senin (10/6/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
BPBD Klaten menyalurkan bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan di Kecamatan Kemalang, Klaten, Senin (10/6/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Persediaan air bersih tiga desa di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Klaten mulai menepis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten sudah melakukan dropping air bersih ke wilayan tersebut pada Senin (10/6).

Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna menjelaskan, tiga desa yang mulai kekurangan air bersih yakni Desa Tlogowatu, Kendalsari, dan Sidorejo.

”Kami melakukan dropping air bersih ke tiga desa itu atas permintaan dari pemerintah desa. Ini menjadi pengiriman air bersih untuk pertama kalinya di tahun ini,” jelas, Senin (10/6).

Syahruna menjelaskan, total ada delapan tangki yang mengangkut air bersih dengan tujuan ketiga desa tersebut. Masing-masing armada truk membawa sekira 5.000 liter air bersih.

Adapun sasarannya masjid untuk keperluan ibadah. Selanjutnya, mengisi bak penampungan umum yang dimanfaatkan warga setempat.

”Sebenarnya juga ada pengajuan resmi lagi dari Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom meminta 20 tangki. Mereka meminta untuk dikirim sebelum Idul Adha," ujar Syahruna.

"Kegiatan dropping air bersih akan kami lakukan besok (Selasa,Red). Jadi total yang sudah meminta pengajuan dilaksanakan dropping terdapat empat desa,” imbuhnya.

Pengurus Masjid Al Hikmah Tawang, Desa Sidorejo, Sukiyo menjelaskan, untuk kebutuhan air bersih di tempat ibadah hanya mengandalkan air hujan.

”Kalau di masjid kami sudah setengah bulan ini kehabisan air bersih. Kami juga sudah beli air bersih untuk memenuhi,” ucapnya.

Sukiyo menjelaskan, untuk pembelian air bersih hingga sampai di wilayahnya Rp 300 ribu per tangki. Terlebih lagi di wilayahnya sudah ada lima kepala keluarga (KK) yang sudah membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Ada juga yang mengambil dari bak penampungan umum ketika bantuan air bersih dari BPBD datang. Termasuk mengambil air bersih di masjid maupun mushola,” ujarnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #gunung merapi #jatinom #Air Bersih #dropping air bersih #kecamatan kemalang