RADARSOLO.COM - Rencana revitalisasi kawasan waduk Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten yang dilakukan tahun ini akan berdampak langsung pada keberadaan kaki lima (PKL) di wilayah tersebut.
Terutama mereka yang berjualan di pinggir jalan lingkar. Ratusan PKL akan dipindah karena jalan lingkar tersebut akan diperlebar dari 3 meter menjadi 5,5 meter.
Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan anggaran sekira Rp 25 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di kawasan Rowo Jombor. Khususnya jalur lingkar yang mengelilingi waduk seluas 180 hektare tersebut.
Pelebaran jalan dilakukan untuk mempermudah akses lalu lintas kendaraan yang melintas. Maka itu total 133 PKL yang terdampak pelebaran jalan itu akan direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan oleh Pemkab Klaten.
“Untuk PKL di pinggir jalan kawasan Rowo Jombor akan kami geser. Terkait tempatnya (relokasi) sudah kami siapkan. Kami anggarkan dari APBD,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (11/6).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten Suryanto menjelaskan, lokasi bagi PKL yang direlokasi tersebut di sisi barat Rowo Jombor yang tak jauh dari destinasi wisata Bukit Sidoguro.
“Dikarenakan mohon maaf, pedagang (PKL) itu menempati zona merah yakni lokasi larangan berdagang. Sebenarnya sudah dua tahun kemarin membangun satu lokasi yang akan dipergunakan sebagai pengganti,” jelas Suryanto.
Suryanto menjelaskan, lokasi yang disiapkan untuk menampung ratusan PKL itu sudah dipasang paving block. Kawasan itu memiliki lebar 4 meter dan panjang 380 meter yang berada di depan Warung Apung Barokah.
Sementara itu, dari pantauan radarsolo.com, tempat relokasi tersebut terlihat cukup luas. Tampak di sepanjang lokasi yang digunakan untuk menampung PKL tersebut sudah dipasang lampung penerangan. Termasuk pembatas di sisi mengarah ke waduk Rowo Jombor.
“Untuk di dalam Rowo Jombor sendiri sudah kami usulkan untuk penataan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS)," ujar Suyanto.
"Pertama, terkait pengerukan bakal calon lokasi keramba. Lalu meneruskan jogging track dan membuat dermaga, semuanya ada (pengerjaan) di BBWS,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras