RADARSOLO.COM – Masyarakat diimbau membeli hewan kurban ke daerah terdekat yang masih di wilayah Kabupaten Klaten. Hal itu untuk meminimalisasi potensi mendapat hewan berpenyakit.
Hal itu disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten. Kepala DKPP Klaten Widiyanti menjelaskan, jelang Idul Adha, pihaknya terus memastikan kondisi sapi dan kambing sehat.
Pengecekan dilakukan rutin ke sejumlah pasar hewan maupun kandang peternak. Namun demikian, disarankan membeli hewan ternak dari orang dekat.
”Saya sarankan kalau beli tidak usah jauh-jauh. Beli saja di Klaten, misalnya saja di tetangga RT, RW maupun desa hingga kecamatan. Soalnya kita akan mengetahui kondisi kesehatan ternak di tetangga sehat atau tidak. Jadi lebih puas,” ujar Widiyanti, kemarin (12/6).
Widiyanti menjelaskan, pengecekan terhadap kondisi kesehatan hewan kurban itu dalam rangka pengawasan perkembangan penyakit hewan menular startegis (PHMS). Terutama di pasar hewan yang menjadi lokasi keluar masuknya ternak yang lebih intensif dibandingkan tempat lainnya.
Pengecekan dilakukan baik itu pre-mortem maupun post-mortem. Pre-mortem dimulai dari pertengahan April lalu hingga nanti hari raya kurban. Sedangkan post-mortem dimulai dari penyembelihan hewan kurban hingga tiga hari setelahnya.
”Pada minggu-minggu ini kami lebih intensif (melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban) dengan menerjunkan 73 personel. Kami bagi ke seluruh kecamatan dalam rangka melakukan pengecekan hewan-hewan ternak. Termasuk ke pedagang, di Klaten ada 256 pedagang ternak,” tambah Widiyanti.
Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di tetangga yang memiliki ternak. Hal itu untuk memastikan kondisi kelayakan hewan kurban.
”Makanya itu kita harapkan untuk pelaksanaan kurban sekarang utamakan cari hewan kurban yang terdekat dulu, beli di tentangga. Jadi akan lebih terjamin. Nggak usah beli jauh-jauh karena lebih rentan (tertular penyakit),” imbaunnya.
Di samping itu, Jajang juga memastikan stok hewan kurban di Klaten sudah mencukup kebutuhan hewan kurban masyarakat Kota Bersinar.
”Alhamdulillah dilaporkan, hewan kurban kita surplus, nggak ada masalah baik sapi maupun kambing,” ujar Jajang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras