RADARSOLO.COM – Ruas Jalan Solo-Jogja di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Klaten bakal diberlakukan contraflow sepanjang 300 meter. Berlaku mulai Kamis (20/6) hingga Selasa (30/7) selama satu bulan. Hal ini menyusul adanya pengerjaan proyek di area Exit Tol (GT) Solo-Jogja Ceper.
Kasatlantas Polres Klaten AKP Riki Fahmi Mubarok mengatakan, ada surat dari Bina Marga bahwa dalam pembangunan proyek Jalan Tol Solo-Jogja, khususnya di exit tol Ceper ada pelebaran pemasangan rigid.
“Jadi dalam pemasangan rigid itu perlu dilakukan penutupan (ruas jalan). Maka kami tindaklanjuti dengan menerapkan contraflow,” jelas Kasatlantas Polres Klaten AKP Riki Fahmi Mubarok saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/6).
Riki mengungkapkan, terkait penutupan ruas Jalan Solo-Jogja sudah dikoordinasikan dengan Polda Jateng. Termasuk melaksanakan kegiatan rapat dengan PT Jasamarga Jogja Solo (JMM) dan Bina Marga untuk dilakukan sejumlah rekayasa. Salah satunya menerapkan contraflow.
Adanya pemberlakuan contraflow itu tentu berimbas arus lalu lintas dari arah Solo maupun Jogja akan mengalami perlambatan. Kendaraan dari arah Solo akan masuk ke lajur dari arah Jogja. Sedangkan dari arah Jogja terjadi perlambatan karena ada penyempitan.
“Jadi Satlantas Polres Klaten melakukan rekayasa lalu lintas. Termasuk beberapa rekayasan terkait penutupan simpang Kepoh. Kemudian juga menempatkan personel tiga regu yang dibagi dalam tiga shift untuk bergantian berjaga lokasi contraflow,” ujar Riki.
Riki menjelaskan, pemberlakuan contraflow itu diterapkan selama 24 jam penuh pada 20 Juni-30 Juli. Nantinya akan dilaksanakan pengecekan oleh Satlatntas Polres Klaten terhadap kondisi arus lalu lintas setiap harinya.
“Kami pantau volume kendaraan dari arah Jogja maupun Solo. Kalau misalnya nanti memang terjadi kepadatan terlalu panjang, akan kami laksanakan kegiatan buka tutup. Tergantung skala prioritasnya,” ucap Riki.
Dia mengungkapkan, ada sedikit kendala dalam penerapan rekayasa lalu lintas di ruas Jalan Solo-Jogja sepanjang 300 meter tersebut. Sebab, tidak memiliki jalur pengalihan. Sebab itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pengendara terkait penerapan contraflow di Ceper itu.
“Bagi yang hendak ke Jogja, untuk tetap berhati-hati atau mencari jalur alternatif lainnya. Meskipun ruas jalan yang dilalui arus memutar,” ujar Riki.
Dia mengungkapkan, pemberlakuan contraflow itu sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja yang harus segera diberlakukan. Terlebih lagi masuk sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Riki mengimbau, kepada pengendara yang hendak melintasi ruas Jalan Solo-Jogja di sekitar exit tol Kuncen Ceper untuk selalu berhati-hati. Satlantas juga akan memasang papan yang berisikan imbauan dan rambu-rambu untuk menginformasikan kepada pengendara guna melakukan perlambatan.
“Tetap mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan. Tetap berhati-hati, 500 meter sebelum penerapan contraflow itu akan ada rambu-rambu yang sudah kami pasang sebelumnya,” ujar Riki. (ren/bun)
Editor : Kabun Triyatno