RADARSOLO.COM – Satu siswa SMAN 1 Cawas masih dirawat di RSU Islam Cawas usai kesetrum di kolam ikan sekolah.
Mengingat yang bersangkutan sempat menolong Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Fajar Nugroho, 18, yang meninggal akibat kesetrum di kolam usai diceburkan oleh teman-temannya dalam perayaan ulang tahunnya, Senin (8/7).
Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa menjelaskan, kondisi siswa yang sempat menolong korban masih kaku pada bagian tangan dan kaki.
”Masih kram. Saat ini masih berada di rumah sakit,” ujarnya, kemarin (11/7).
Umar menjelaskan, siswa berinisial D yang dirawat di rumah sakit hanya mengeluhkan pada bagian tangan dan kaki.
Maka itu, pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap korban.
CawasBaca Juga: Kematian Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Jadi Perhatian Nasional, Ini Pesan Bupati Klaten bagi Pelajar dan Sekolah
”Belum bisa (dilakukan pemeriksaan). Dikarenakan dari pihak orang tua juga memberitahukan kepada kami bahwa siswa tersebut masih trauma," ujar Umar.
"Masih menangis karena mengetahui temannya sudah tidak ada (meninggal). Ditambah kondisi dirinya masih seperti itu,” imbuhnya.
Jika nantinya dilakukan klarifikasi terhadap siswa tersebut juga perlu dilakukan pendampingan dari orang tua.
Mengingat kondisi dari siswa D itu belum stabil usai peristiwa tragis tersebut.
Saat disinggung, apakah pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian hanya tinggal siswa di rumah sakit tersebut, Umar mengungkapkan masih ada tiga orang lainnya.
"Sambil jalan kami lakukan pemeriksaan. Tiga orang ini tambahan. Soalnya ada yang takut memberikan keterangan dari awal,” ujar Umar.
Kepala SMAN 1 Cawas Arik Sulistyorini menambahkan, kondisi seluruh siswa yang terlibat dalam perayaan ultah Ketua OSIS SMAN 1 Cawas hingga berakhir tragis itu mengalami syok. Mereka tidak menyangka akan terjadi peristiwa tersebut.
”Kejutan yang diberikan berakibat fatal. Tidak hanya siswa saja (yang syok), guru juga mengalami hal yang sama. Sampai saat ini saya masih berpikir kok bisa terjadi seperti itu,” ujar Arik. (ren/adi)
Editor : Adi Pras