Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dalang Ki MPP Bayu Aji dan Niken Salindry Meriahkan Pagelaran Wayang Kulit di Alun-alun Klaten, Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal

Angga Purenda • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:16 WIB
Penampilan tiga bintang tamu utama bersama Ki MPP Bayu Aji dalam pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Klaten.
Penampilan tiga bintang tamu utama bersama Ki MPP Bayu Aji dalam pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Klaten.

RADARSOLO.COM- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten dan Bea Cukai Surakarta terus lakukan sosialisasi gempur rokok ilegal.

Kali ini lewat pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki MPP Bayu Aji yang digelar di Alun-Alun Klaten, Minggu (4/8/2024) malam.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Sang Gatotkaca Sembada Nata Praja itu juga menampilkan tiga bintang tamu utama.

Mereka adalah Niken Salindry, Andik TB dan Cak Slendro yang sempat membuat Bupati Klaten Sri Mulyani hingga masyarakat yang menyaksikan tertawa karena lawakannya.

Acara pagelaran wayang kulit itu terselenggara dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Humas Bea Cukai Surakarta Dion Candra W hadir dalam pagelaran tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten Aris Pramana menjelaskan, pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi gempur rokok ilegal.

Sekaligus memperingati Hari Jadi ke-220 Klaten dan HUT ke-79 Republik Indonesia (RI).

“Maksud dan tujuan dari diselenggarakan pagelaran wayang kulit ini untuk menyosalisasikan gempur rokok ilegal kepada masyarakat Klaten. Sekaligus melestarikan kebudayaan asli Jawa,” ujar Aris.

Melalui sosialisasi tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya mengonsumsi, memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal.

Sehingga ke depan tidak berurusan dengan pihak berwajib.

Terkait alasan dipilihnya pagelaran wayang kulit sebagai media sosialisasi gempur rokok ilegal, karena dinilai lebih efektif.

Baca Juga: Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal lewat Salawatan

Mengingat masyarakat yang hadir cukup banyak sehingga pesan untuk menekan peredaran rokok ilegal bisa tersampaikan.

“Sosialisasi gempur rokok ilegal tidak hanya berhenti lewat pagelaran wayang kulit saja. Masih ada pentas musik juga. Jadi kami hibur, sekaligus kami sampaikan sosialisasinya terkait gempur rokok ilegal,” tambah Aris.

Sementara itu, Humas Bea Cukai Surakarta Dion Candra mengapresiasi Pemkab Klaten yang sudah memberikan kesempatan Bea Cukai Surakarta untuk berkolaborasi dalam pagelaran wayang kulit yang masuk pada rangkaian Hari Jadi ke-220 Klaten.

“Untuk dana yang digunakan dari penyelenggaraan pagelaran wayang kulit ini dari DBHCHT," jelas Dion.

"Dana itu dari masyarakat, lalu kami kembalikan ke masyarakat dalam bentuk sosialisasi gempur rokok ilegal. Baik dalam bentuk hiburan, kebudayaan maupun keagamaan,” lanjutnya.

Sosialisasi gempur rokok ilegal tidak hanya berhenti dalam pagelaran wayang kulit.

Tetapi dalam waktu dekat juga hadir dengan kemasan pentas musik.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi terselenggaranya pagelaran wayang kulit tersebut.

Mengingat bisa memberikan hiburan kepada masyarakat Klaten. Sekaligus menjadi media untuk menyosialisasikan gempur rokok ilegal.

“Kegiatan ini, untuk ide dan gagasan dari Dewan Kesenian (Wankes) Klaten. Tetapi biayanya dari kegiatan gempur rokok ilegal. Acara pagelaran wayang kulit ini sangat luar biasa karena dihadiri seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sri Mulyani. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#DBHCHT #Gempur Rokok Ilegal #sosialisasi #Bea Cukai Surakarta #diskominfo klaten #wayang kulit