Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dokter Spesialis Anestesi RSU Islam Cawas Klaten Apresiasi Program JKN, Membantu saat Pengobatan Gagal Ginjal

Angga Purenda • Selasa, 3 September 2024 | 22:57 WIB
Dokter Spesialis Anestesi RSU Islam Cawas Klaten dr. Nur Basuki
Dokter Spesialis Anestesi RSU Islam Cawas Klaten dr. Nur Basuki

RADARSOLO.COM-Seorang dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Cawas Klaten, dr. Nur Basuki, 69, divonis menderita gagal ginjal sejak 10 tahun lalu.

Meskipun harus menjalani cuci darah rutin setiap minggu, dokter spesialis anestesi ini tetap bersemangat menjalani profesinya.

"Sekitar 10 tahun lalu, saya dirawat oleh Prof. Sabani, seorang ahli ginjal dan hipertensi, karena asam urat saya tinggi,” ujar dr. Nur Basuki, Selasa (3/9/2024).

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kreatinin saya juga naik, dan saya dirawat selama satu bulan untuk menurunkannya," imbuhnya.

Namun, kondisi Basuki tidak stabil, dan dengan kadar kreatinin mencapai 4,5, ia memutuskan untuk menjalani cuci darah.

Sebelum cuci darah rutin, Basuki sempat menjalani prosedur AV Shunt selama 8 bulan, namun kondisinya tidak membaik.

Pada 2015, Basuki mulai menjalani cuci darah secara rutin.

Basuki mengungkapkan bahwa proses cuci darah membuat tubuhnya terasa lemas dan tanpa energi.

Ia mulai curiga terkena gagal ginjal, dan sejak itu menjalani cuci darah secara rutin hingga saat ini.

Kini, kondisi kesehatannya membaik, dan selama 9 tahun terakhir, dia merasa lebih segar dan mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Meskipun usianya sudah lanjut dan memiliki riwayat gagal ginjal, Basuki tetap bekerja sebagai dokter, bahkan selama masa pandemi Covid-19, dia tidak terkena dampak serius dari virus tersebut.

"Saya merasa kekebalan tubuh saya meningkat selama masa pandemi. Meskipun saya baru terkena COVID-19 setelah pandemi mereda. Kondisi kesehatan saya tetap stabil walaupun memiliki riwayat gagal ginjal," papar dia.

Baca Juga: Hadirkan Perangkat AMAN, Peserta JKN Asal Boyolali Merasa Dimudahkan Mengakses Layanan Administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Boyolali

Basuki juga bersyukur atas adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Program ini memungkinkannya untuk menjalani cuci darah rutin dua kali seminggu tanpa khawatir tentang biaya yang mahal.

"Saya terdaftar sebagai peserta JKN sejak 2014. Harapan saya, program JKN dapat terus berkembang untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal dan merata bagi masyarakat," ucapnya.

Meski sudah mendapatkan dua kali cuci darah dalam sepekan melalui JKN, Basuki menambah satu kali cuci darah dengan biaya pribadi karena tuntutan pekerjaannya sebagai dokter.

Dalam seminggu, ia menjalani cuci darah tiga kali untuk menjaga kesehatannya tetap optimal. (ren/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#nur basuki #rsu islam cawas klaten #gagal ginjal #cuci darah #spesialis anestesi #dokter #BPJS Kesehatan Boyolali