Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sambang Warga di Desa Joton Jogonalan, Bupati Klaten Dicurhati soal Infrastruktur Pertanian yang Terdampak Proyek Tol

Angga Purenda • Kamis, 12 September 2024 | 03:07 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani saat kegiatan Sambang Warga di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Rabu (11/9/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Klaten Sri Mulyani saat kegiatan Sambang Warga di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Rabu (11/9/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bupati Klaten Sri Mulyani kembali melakukan kegiatan sambang warga di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan pada Rabu (11/9).

Didampingi Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Ketua Sementara DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono.

Jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten juga ikut serta dalam kegiatan sambang warga tersebut.

Selama kunjungannya itu, Mulyani menerima berbagai aspirasi yang disampaikan oleh Pemerintah Desa Joton. Salah satunya, kaitannya dari dampak proyek Jalan Tol Solo-Jogja.

Seperti diketahui, luas Desa Joton 205 hektare yang terdiri dari dua dusun serta 21 RT dan 3 RW dengan jumlah penduduk 3.636 jiwa. Total ada 321 bidang tanah di Desa Joton yang terdampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Joton Aris Gunawan mengungkapkan terdapat sejumlah dampak yang dirasakan oleh warganya.

”Adanya PSN yang melintasi Desa Joton menyebabkan sebagian besar saluran irigasi mengalami perubahan dan pergeseran. Maka kami atas nama warga petani, memohon ibu bupati untuk memberikan fasilitas sodetan dan suplesi dari sabo dam guna meningkatkan debit air ke lahan pertanian seluas 25 hektare,” ujar Aris.

Aris mengungkapkan, warga Desa Joton sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani. Total di ada tiga kelompok petani (poktan) dan dua kelompok wanita tani (KWT).

Tetapi masih mengalami keterbatasan terkait sarana-prasarana berupa alat pertanian kelompok tani untuk menunjang proses dan pasca produksi.

Aris mengungkapkan, atas nama warga terdampak Jalan Tol Solo-Jogja yang melakukan relokasi dengan membangun rumah di zona hijau sebanyak 50 kepala keluarga (KK).

Dia memohon bantuan dari bupati untuk bisa difasilitasi perubahan zonasi pada lahan yang ditempati saat ini.

”Warga yang selama ini melakukan relokasi di lahan hijau. Harapannya bisa berubah ke zona kuning, bisa dipetak-petakan sehingga bisa muncul sertifikat hak milik (SHM),” tambah Aris.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani meminta langsung kepada Sekda Klaten Jajang Prihono, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dan Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten untuk segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh Pemerintah Desa Joton tersebut.

”Mana yang paling skala prioritas yang disampaikan agar dialokasikan anggarannya pada APBD 2025. Tolong diperhatikan, jangan hanya lewat saja, jangan hanya formalitas saja tapi ada pemihakan pada 2025,” ujar Mulyani. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Kelompok Petani #klaten #sertifikat hak milik #lahan hijau #sambang warga #bupati klaten sri mulyani #tol solo-jogja #jogonalan