RADARSOLO.COM - Gunung Merapi sudah berstatus siaga selama empat tahun lamanya sejak ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada 5 November 2020.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten meminta warga lereng Merapi untuk tetap meningkatkan kewaspadan saat memasuki musim hujan ini
“Merapi juga termasuk siaga. Dikarenakan di puncak kurang lebih ada 30 juta ton (material) yang siap kebawa air hujan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna kepada Radarsolo.com, Kamis (7/11/2024).
Syahruna menjelaskan, apabila daerah puncak Gunung Merapi diguyur hujan terus menerus, maka dikhawatirkan terjadi banjir lahar dingin di Kali Woro.
Adapun kawasan rawan bencana (KRB) III yang berpotensi terdampak banjir lahar dingin meliputi Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmuyo di Kecamatan Kemalang, Klaten. Ada pula sejumlah desa di Kecamatan Manisrenggo.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan warga di sana. Yang jelas apabila terjadi hujan, untuk daerah-daerah dilarang jangan di situ. Terutama di aliran-aliran sungai,” ujar Syahruna.
Di menekankan, kondisi Merapi tetap siaga dengan suplai magma terus berlangsung. Terlebih lagi setiap harinya terjadi guguran hingga awan panas dengan arah luncuran didominasi ke barat daya (Kali Bebang) dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
“Tetapi kini ada wisata yang lagi viral di Kalitalang, yang informasi kami dapat pada akhir pekan dengan 1.000-1.500 pengunjung. Sampai menginap dan mendirikan tenda di sana. Walaupun masih dalam jarak aman, tetap harus antisipasi,” ujar Syahruna. (ren/adi)
Editor : Adi Pras