RADARSOLO.COM – Kawasan Grha Bung Karno (GBK) di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah kini tidak hanya sebagai gedung pertemuan.
Tetapi menjadi pusat edukasi kerukunan umat beragama. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan enam tempat ibadah dalam satu Kawasan.
Peresmian pusat edukasi kerukunan umat beragama itu langsung dilakukan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani pada Selasa (14/1/2025).
Ditandai penandatangan prasasti dan dilanjutkan dengan peninjauan tempat ibadah lintas agama tersebut.
Dalam satu kawasan itu terdapat masjid, gereja Katolik, gereja Kristen Protestan, Vihara, Klenteng dan Pura. Ditambah dengan adanya Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten.
Khusus untuk pembangunan lima tempat ibadah menggunakan APBD 2024 dengan nilai pagu paket sebesar Rp 5,6 miliar.
”Pusat edukasi kerukunan umat bergaman ini bukan hanya miniatur. Tetapi benar-benar rumah ibadah yang dimakmurkan oleh masing-masing umat beragam di Kabupaten Klaten,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani, Selasa (14/1/2025).
Mulyani menyebut keberadaan lima tempat ibadah yang baru saja diresmikan itu melengkapi Masjid Nurul Istiqlal.
Mengingat untuk masjid memang telah dibangun sebelumnya sebagai fasilitas dari kawasan GBK.
Pada kesempatan itu, Mulyani mengungkapkan sebuah fakta menarik. Terkait bangunan tempat ibadah Klenteng di kawasan GBK itu menjadi satu-satunya yang berdiri di Kabupaten Klaten.
Maka itu, bupati berharap kepada umat Konghucu di Klaten bisa memanfaatkan secara maksimal untuk beribadah.
”Saya harapkan seluruh umat diajak untuk beribadah di kawasan GBK. Pembangunan enam tempat ibadah dalam satu kompleks GBK ini saya harapkan juga bisa menjadi edukasi bagi kabupaten dan kota seluruh Indonesia,” ujar Mulyani. (ren/adi)
Editor : Adi Pras