RADARSOLO.COM – Alokasi pupuk subsidi yang diterima Klaten tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, petani tetap bisa langsung menebusnya sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, alokasi pupuk subsidi di Klaten tahun ini sebanyak 38.750 ton. Rinciannya Urea 22.500 ton, NPK 16.250 ton, dan organik 600 ton.
Sementara tahun lalu 42.757 ton. Rinciannya Urea 23.537 ton, NPK 16.314 ton, dan organik 2.906 ton. Alokasi pupuk organik menjadi penurunan yang paling tajam dari 2.906 ton menjadi 600 ton pada tahun ini.
”Penurunan alokasi pupuk subsidi itu dilihat dari realisasi penyerapan pada tahun sebelumnya. Untuk alokasi pupuk organik yang mengalami penurunan karena masyarakat belum terbiasa menggunakan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Klaten Much Nasir, Kamis (6/2/2025).
Nasir mengungkapkan, pupuk subsidi bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Provinsi Jawa Tengah. Dapat diakses oleh petani yang terdaftar dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).
Petani bisa mengakses pupuk subsidi itu melalui Kios Pupuk Lengkap (KPL) terdekat. Ada pun harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian RI untuk pupuk Urea Rp 2.250 per kilogram (kg), NPK Rp 2.300 per kg dan pupuk organik Rp 800 per kg.
”Pengambilan sekarang tidak harus memakai kartu tani, tetapi pakai KTP juga bisa. Dikarenakan semua sudah dipermudah. Kami mengimbau dan berharap kepada para KPL bisa melayani petani dengan baik. Minimal harus ditempelkan HET biar masyarakat tahu,” ujar Nasir.
Nasir juga meminta para petani yang mendapatkan jatah dari alokasi pupuk subsidi itu untuk segera menebusnya sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Diharapkan tidak menunda pengambilan. Apalagi hadirnya pupuk subsidi merupakan wujud perhatian pemerintah kepada petani. (ren/adi)
Editor : Adi Pras