RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana memberikan bantuan sosial (bansos) kepada eks buruh PT Sritex asal Kota Bersinar. Mengingat baru saja pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di pabrik tekstil terbesar se Asia Tenggara tersebut.
Seperti diketahui, PT Sritex telah resmi menutup operasional secara permanen per 1 Maret 2025. Hal itu menyusul putusan pailit dari Pengadilan Niaga Semarang.
Selain Sritex, ada tiga anak perusahaannya yang juga terkena pailit yakni PT Bitratex Semarang, PT Sinar Panja Jaya Semarang, dan PT Primayuda Boyolali. Dari kepailitan empat perusahaan itu, berdampak pada PHK masal terhadap 10.665 pekerja atau buruh.
Saat ini tengah dilakukan pendataan terkait eks buruh Sritex yang berasal dari Klaten oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten. Hasil pendataan itu akan menjadi acuhan dalam memberikan bansos kepada mereka.
”Untuk soal yang Sritex, kami mendapatkan informasi dari Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik bapak Mohammad Toha saat ke Klaten beberapa waktu lalu bahwa sudah ada solusi. Ada rencana akan ditampung ke beberapa perusahaan dengan kuota 12 ribu buruh. Hanya saja lokasinya di Wonogiri dan Semarang,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat ditemui di Kantor Bupati Klaten, Rabu (12/3/2025).
Hamenang mengungakpkan, sampai saat ini belum ada gejolak yang berarti pasca adanya PHK tersebut. Dia memperkirakan karena adanya berita terkait investor baru, sehingga akan menjadi solusi yang baik bagi para eks buruh PT Sritex.
Di sisi lain, Hamenang akan segera berkoordinasi dengan Disperinaker Klaten terkait jumlah buruh PT Sritex asal Klaten. Setelah data terkumpul, akan segera diluncurkan bansos yang direncanakan sumbernya berasal dari corporate social responsibility (CSR), Baznas dan lainnya.
”Kalau rencananya akan memberikan berupa sembako. Itu yang memungkinkan, karena akan mendekati Hari Raya Lebaran. Tapi kalau untuk nominalnya belum bisa diungkapkan. Harapannya bisa meringankan para buruh saat merayakan hari Lebaran,” ujar Hamenang.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, data buruh PT Sritex yang berasal dari Klaten mencapai 1.691 buruh per Senin (10/3/2025). Meski begitu, disperinaker akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Satwasker Provinsi Jawa Tengah. (ren/adi)
Editor : Adi Pras