Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Misteri Tugu Manten yang Ada di Desa Brangkal, Karanganom, Klaten: Konon Pengantin Baru Dilarang Melintas

Angga Purenda • Senin, 17 Maret 2025 | 19:58 WIB
Kondisi Tugu Manten di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten. Foto bawah, Tugu Manten terletak di tengah areal persawahan Desa Brangkal.
Kondisi Tugu Manten di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten. Foto bawah, Tugu Manten terletak di tengah areal persawahan Desa Brangkal.

RADARSOLO.COM - Sebuah objek diduga cagar budaya (ODCB) berwujud batu ada di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten. Batu ini biasa disebut Tugu Manten. Sangat dikeramatkan oleh warga sekitar.

Tugu manten diapit areal persawahan dan jalan desa. Lokasinya tidak jauh dari Jalan Tol Solo-Jogja.

Demi keamanan, batu itu dikelilingi pagar yang dibangun pemerintah desa setempat. Berdasarkan informasi pada plakat tugu itu, pagar dibangun pada 2022.

Menurut pengakuan warga sekitar, banyak versi cerita mengenai keberadaan Tugu Manten. Seperti diungkapkan Slamet, 62.

Menurut cerita leluhur, batu di Tugu Manten dipercaya terbentuk dari sosok seorang perempuan.

“Jadi, ceritanya ada seorang istri yang sedang membersihkan rumput di lahan pertanian. Saat disapa oleh sosok orang tua yang sedang melintas, wanita itu tidak mendengar. Akhirnya orang tua itu marah, lalu mengutuk si wanita jadi batu,” ujar Slamet saat ditemui di sekitar Tugu Manten.

Slamet menambahkan, kebenaran cerita itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hanya saja, usia batu di Tugu Manten diperkirakan sudah ratusan tahun.

“Dulu sebelum ditanami padi, di sini lahan tebu. Batu ini sangat dikeramatkan dan dihormati warga. Sehingga oleh pemerintah desa dirawat dengan baik,” beber Slamet.

Sekalipun dikeramatkan warga, Slamet belum pernah melihat ada sesajen di sekitar Tugu Manten. Terlebih pada malam hari, suasana di sana sangat terang benderang.

Di sisi lain, ada cerita versi lain dari Rusman, 50, warga Desa Brangkal. Dia menyakini batu di Tugu Manten itu merupakan pasangan pengantin yang hilang.

“Ada kepercayaan dari warga, pasangan pengantin dilarang melintas di sini. Tapi soal musibah bagi yang melanggar, saya kurang tahu,” ujar Rusman.

Sementara itu, pegiat cagar budaya asal Klaten Hari Wahyudi mengaku batu itu merupakan kemuncak candi masa kerajaan Mataram kuno atau Hindu-Budha abad 8-10 Masehi. Terdiri dari tiga bagian, yakni segi empat, segi delapan, dan silinder.

“Saya temukan pada 2018. Saya laporkan, lalu dicek oleh dinas pada 2019. Saat saya ukur tingginya 76 cm. Tak jauh dari sana juga ditemukan benda-benda dengan ciri sama seperti batu yoni, candi, dan batu bata era Mataram kuno,” papar Hari.

Soal cerita pengantin baru dilarang melintas, Hari juga mendegarnya dari warga sekitar. “Kalau pengantin, kenapa batunya hanya satu? Kata warga, batunya dari dulu memang hanya satu,” urai Hari. (ren/fer)

Editor : Damianus Bram
#karanganom #klaten #tugu manten #Desa Brangkal #misteri