RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny indra Ardhianto bagi-bagi ratusan bingkisan kepada pengemudi ojek online (ojol) jelang Lebaran pada Jumat (28/3/2025).
Termasuk kepada perwakilan disabilitas yang dilaksanakan di Gedung Bagian Prokopim Setda Klaten, Kompleks Kantor Pemkab Klaten.
“Kami dari pemkab, terutama Bagian Prokopim Setda Klaten membagi-bagikan bingkisan ke pengemudi ojek online. Total ada sekitar 200 paket,” jelas Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Jumat (28/3/2025).
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, bagi-bagi bingkisan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari pemkab kepada pengemudi ojol di Klaten.
Dikarenakan pada momen mudik, ojol menjadi garda terdepan dalam menyambut para pemudik dan wisatawan yang tiba di Kota Bersinar.
“Harapannya dengan bagi-bagi bingkisan ini bisa menambah semangat mereka dalam bekerja. Kemudian juga bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi pemudik,” ujar Hamenang.
Ke depan, Hamenang akan menyelesaikan permasalahan klasik antara ojol dengan ojek pangkalan (Opang).
Mengingat ada beberapa lokasi yang menjadi zona merah larangan bagi ojol untuk menjemput penumpang.
“Dikarenakan mudik sudah terjadi, sehingga kami memberikan pesan kepada teman-teman ojol menjadi tuan rumah yang baik. Harapannya warga yang mudik maupun wisatawan merasa nyaman sehingga bisa menceritakan kepada keluarga dan rekan-rekan mereka,” beber Hamenang.
Sementara itu, salah satu pengemudi ojol, Nurul, 41, asal Kecamatan Ngawen mengapresiasi Pemkab Klaten dengan adanya bagi-bagi bingkisan tersebut.
Terlebih lagi, hal itu menjadi yang pertama kalinya diterima.
Baca Juga: 10 Bus Mudik Gratis Dilepas Bupati Hamenang, Pemudik Dijadwalkan Tiba di Klaten Besok Malam
“Ini baru pertama kali buat kami pengemudi ojol mendapatkan bingkisan dari pemkab. Kami bersyukur bisa mendapatkan bingkisan ini,” ujar Nurul yang sudah lima tahun menjadi pengemudi ojol.
Lebih lanjut, Nurul mengungkapkan, jelang Lebaran kali ini, untuk permintaan pemesanan cukup tinggi.
Terutama pesanan makanan dan pengantaran penumpang.
Hanya saja, dirinya mengeluhkan masih adanya zona merah bagi ojol seperti di Stasiun Klaten, Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Terminal Ir Soekarno Klaten dan Bendogantungan.
“Saya harapkan untuk kedepannya di evaluasi terkait zona merah ini. Apalagi kebanyakan penumpang itu tidak mau geser karena membawa bawaan banyak,” ujar Nurul.
Acara bagi-bagi bingkisan itu lantas ditutup dengan kegiatan touring menggunakan motor vespa mengelilingi Kota Klaten.
Diikuti oleh bupati, wakil bupati hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Termasuk para pencinta vespa di Klaten juga ikut serta kegiatan tersebut.(ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono