RADARSOLO.COM – Jumlah warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang diduga mengalami keracunan terus bertambah. Hingga Selasa (15/4/2025) pagi, tercatat ada 110 orang yang diduga keracunan.
Sebagai informasi, warga diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dalam acara pagelaran wayang kulit pada Sabtu (12/4/2025) malam
Kasus keracunan massal ini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Berdasarkan data dari Posko Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, 37 orang dirawat inap, sedangkan 72 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Di antara 110 korban, satu orang dilaporkan meninggal dunia pada Senin (14/4/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Korban yang meninggal adalah Suparno (72) tahun.
"Dikarenakan melibatkan banyak orang (korban), bahkan ada yang meninggal dunia, maka itu kami mencantumkan status KLB pada kejadian ini," ujar ujar Hanung Sasmita, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten, saat ditemui di Desa Karangturi pada Selasa (15/4/2025).
“Korban meninggal dunia memiliki komorbid berupa kelainan jantung. Meskipun sudah dilakukan penanganan pacu jantung, korban akhirnya meninggal,” imbuh Hanung.
Hanung menjelaskan bahwa Suparno sebelumnya juga mengalami gejala mual, muntah, demam tinggi, dehidrasi, dan lemas. Meskipun mendapatkan perawatan medis, kondisi kesehatan yang sudah diperburuk oleh komorbid akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.
Hanung mengungkapkan bahwa Dinkes Klaten telah mengirimkan sampel makanan yang disajikan selama acara pagelaran wayang kulit ke laboratorium kesehatan di Semarang pada pagi hari Selasa (15/4/2025). Selain itu, sampel air yang digunakan untuk memasak juga telah diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sampel makanan dan air telah dikirim ke laboratorium. Dibutuhkan waktu sekitar lima hari untuk mengetahui hasilnya,” ujar Hanung.
Meski hasil pemeriksaan belum keluar, Hanung mencurigai rendang dan sambal krecek yang disajikan dalam acara tersebut sebagai penyebab keracunan.
“Sampel air yang kami ambil memang tidak begitu jernih, tetapi kami memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” tambah Hanung.
Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, juga memberikan penjelasan lebih lanjut. “Keracunan ini diduga disebabkan oleh makanan yang disantap para warga pada pagelaran wayang kulit.”
“Korban yang meninggal dunia sebelumnya menyantap makanan dengan porsi lebih banyak dibandingkan yang lain. Informasi dari rumah sakit menyebutkan bahwa korban mengalami diare dan dehidrasi, yang akhirnya menyebabkan gangguan pada ginjal. Kombinasi ini memperburuk kondisi korban yang memiliki komorbid,” jelas Anggit.
Pihak Dinas Kesehatan Klaten dan pihak berwenang lainnya terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap para korban.
Mereka juga memastikan bahwa penanganan medis yang tepat diberikan untuk mencegah keracunan semakin meluas. (ren)
Editor : Damianus Bram