Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kejadian Keracunan di Karangturi Klaten, Seorang Warga Meninggal Setelah Makan Dua Kardus Makanan

Angga Purenda • Selasa, 15 April 2025 | 21:59 WIB
Rumah duka korban meninggal dunia dugaan keracunan di Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten.
Rumah duka korban meninggal dunia dugaan keracunan di Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten.

RADARSOLO.COM – Satu korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan yang terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, pada Senin (14/4/2025) malam.

Korban, Suparno (72), meninggal setelah mengonsumsi makanan berupa nasi, rendang, krecek, acar, dan kerupuk dalam kardus yang disajikan pada acara pagelaran wayang kulit pada Sabtu (12/4/2025) malam.

Diketahui, Suparno, menyantap makanan sebanyak dua kardus. Setelah makan, Suparno mulai merasakan gejala keracunan dan akhirnya dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

“Pada Minggu (13/4/2025) pagi, Pakde sudah mengeluhkan gejala diare. Lalu muntah-muntah dan menolak makan. Pada Senin (14/4/2025), meskipun sudah mencoba makan bubur, Pakde tetap muntah,” kata Yulianti, 35, keponakan korban.

Yulianti menjelaskan bahwa pada Minggu (13/4/2025) siang, Suparno sempat makan bubur lagi, namun kondisinya semakin lemas dan tak sadarkan diri. Akhirnya, Suparno dilarikan ke rumah sakit.

“Pakde sempat makan satu kardus di acara. Setelah itu, ia membawa pulang satu kardus lagi dan makan di rumah. Mungkin karena lapar, karena ia pulang jalan kaki,” ungkap Yulianti.

Yulianti juga menceritakan bahwa Suparno sempat mengajak istrinya untuk makan dari kardus yang dibawa pulang, namun sang istri menolaknya karena sudah malam. Suparno akhirnya makan sendiri dua kardus makanan tersebut.

Korban, yang kesehariannya mengurus ternak sapi, tidak memiliki riwayat penyakit berat. Suparno akhirnya dimakamkan pada Selasa (15/4/2025) siang di TPU desa setempat.

Sementara itu, Sumardi (60), perwakilan keluarga yang menyelenggarakan acara wayang kulit, mengungkapkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

Dia berharap kondisi warga Karangturi yang terdampak keracunan segera membaik.

“Acara ini merupakan pagelaran wayang, dengan sekitar 200 undangan. Makanan dan snack seperti kacang dan roti brownies disiapkan bersama warga. Untuk makanan, kami menyajikan nasi, rendang, krecek, acar, dan kerupuk,” jelas Sumardi.

Sumardi juga mengaku terkejut dengan kejadian ini dan berharap semua warga yang terdampak keracunan segera pulih.

“Harapan kami semua selamat dan sehat. Tidak ada niat buruk dalam hal ini, dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya. (ren)

Editor : Damianus Bram
#makanan #meninggal dunia #klaten #keracunan #wayang kulit #desa karangturi