RADARSOLO.COM – Jumlah warga yang menjadi korban dugaan keracunan massal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten terus mengalami peningkatan.
Hingga Kamis pagi (17/4/2025), total warga yang terdampak telah mencapai 160 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan bahwa posko kesehatan di Desa Karangturi kini telah ditutup dan pelayanan difokuskan di Puskesmas Gantiwarno.
“Hingga saat ini masih ada kunjungan ke Puskesmas Gantiwarno yang kami masukkan sebagai dampak dari kejadian kemarin. Jadi total ada 160 orang terdampak, sebagian besar menjalani rawat jalan,” ujar Anggit kepada RadarSolo.com, Kamis (17/4/2025).
Dari sembilan pasien yang sebelumnya menjalani rawat inap, tujuh di antaranya telah dipulangkan.
Pihak Dinkes masih menunggu perkembangan dari rumah sakit yang merawat para korban, seperti RUSD Bagas Waras Klaten, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS Cakra Husada (RSCH), RSJD dr. RM Soedjarwadi Klaten, RS Bhayangkara Sleman, dan RS Cinere Depok.
“Setelah kunjungan siang nanti, kami akan melaporkan apakah pasien-pasien tersebut akan dipulangkan hari ini atau tidak. Masih menunggu informasi dari masing-masing rumah sakit,” ujar Anggit.
Untuk pasien yang menjalani rawat jalan, Dinkes mencatat sekitar 80 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 orang dinyatakan sembuh dan tidak lagi menunjukkan gejala.
Meski posko kesehatan di Karangturi telah ditutup, Anggit menegaskan bahwa pelayanan medis tetap berjalan di Puskesmas Gantiwarno. Apalagi, status kejadian ini masih dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Dari arahan Bapak Bupati, semua penanganan secara medis masih dikategorikan sebagai kejadian luar biasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, status KLB baru bisa dicabut jika telah memenuhi sejumlah indikator, termasuk penurunan jumlah kasus dan membaiknya kondisi pasien secara keseluruhan.
“Tetapi secara umum kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Para pasien yang dirawat di rumah sakit juga menunjukkan perkembangan positif,” ungkap Anggit.
Dinas Kesehatan juga mengimbau warga yang sudah sembuh agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Diketahui, kasus dugaan keracunan massal ini bermula dari konsumsi makanan dalam kardus yang disajikan pada pagelaran wayang kulit di Desa Karangturi, Sabtu malam (12/4/2025). Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan. (ren)
Editor : Damianus Bram