Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

14 PGOT di Klaten Terjaring Razia Tim Gabungan, Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran saat Penangkapan

Angga Purenda • Kamis, 1 Mei 2025 | 00:14 WIB
Salah seorang pengemis yang diamankan tim gabungan di Klaten, Rabu (30/4/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Salah seorang pengemis yang diamankan tim gabungan di Klaten, Rabu (30/4/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Tim gabungan Pemkab, Kodim, dan Polres Klaten melakukan operasi terhadap pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) pada Selasa (29/4/2025).

Lokasinya di sepanjang Jalan Raya Solo-Jogja dari wilayah Kecamatan Prambanan hingga Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Klaten. Total ada 14 PGOT yang terjaring dalam operasi tersebut.

Operasi melibatkan unsur Satpol PP dan Damkar, Kodim 0723/Klaten, Polres Klaten, Badan Kesbangpol dan Dissos dan P3APPKB.

Operasi digelar sebagai bagian dari penegakan Perda Klaten Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis. Begitu juga Perda Klaten Nomor 12 Tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.

Tim gabungan sebenarnya berhasil menjaring 16 orang, tetapi ada dua orang yang melakukan aksi melarikan diri saat hendak dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar Klaten.

Upaya penangkapan juga diwarnai hingga kejar-kejaran. Operasi dilakukan dengan menyisir traffic light dan ruang publik di sepanjang jalan nasional.

Dari operasi itu, 14 PGOT terjaring yang terdiri atas 13 laki-laki dan satu perempuan. Rinciannya dua pengemis, dua pengamen usia anak, dua badut, dua manusia silver, dua pengamen dengan kondisi disabilitas serta tiga pengamen.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP dan Damkar Karanganyar Sulamto menjelaskan, operasi itu juga digelar dalam rangka mencegah terjadinya kejahatan jalanan.

”Sebenarnya ada 16 orang yang terjaring. Tetapi ada dua yang kabur. Satu orang sempat tercebur sungai. Saat itu kabur dari mobil saat kami sedang penanganan di lokasi lain,” ujar Sulamto, Rabu (30/4/2025).

Sulamto menjelaskan, PGOT yang terjaring operasi itu didominasi berasal dari luar Kabupaten Klaten. Seperti Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan Yogyakarta. Terdapat dua anak yang terjaring dengan masing-masing berusia 13 tahun dan satu orang baru lulus SMP.

”Sekitar 70 persen dari luar wilayah Klaten. Kalau rentang usia 13 tahun hingga 55 tahun. Untuk anak-anak yang sudah lulus SMP itu merupakan seorang perempuan dan adiknya itu kelas SD tetapi tidak sekolah lagi. Jadi sempat sekolah sampai kelas V SD,” ujar Sulamto. (ren/adi)

 

Editor : Adi Pras
#gelandangan #prambanan #klaten #orang telantar #kodim #polres klaten #Pengemis #Pemkab #wonosari #pgot