RADARSOLO.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menemui massa aksi demo di depan Kompleks Kantor Bupati Klaten pada Rabu (14/5/2025) siang.
Puluhan warga itu sempat menyuarakan terkait dampak yang dirasakan dari aktivitas Tempat Pemorsesan Akhir (TPA) Sampah Troketon, Kecamatan Pedan.
Hamenang bersama Forkopimda Klaten pun menerima kedatangan puluhan warga di Gedung Paripurna DPRD Klaten. Mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan tuntutan disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat secara bergantian.
Pada kesempatan itu, Hamenang menyampaikan, bahwa dirinya sudah melakukan sidak di TPA Troketon, Kecamatan Pedan pada Sabtu (10/5/2025). Setelah mengetahui keluhan warga soal lindi yang mencemari lingkungan sekitar.
“Selama 2,5 bulan ini kami tidak hanya diam. Bersama mas wakil juga berproses untuk kemudian mencari solusi yang terbaik berkaitan permasalahan sampah di Klaten. Kita bagi dalam tiga sektor yakni hulu, tengah dan hilir,” ujar Hamenang, Rabu (14/5/2025).
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, saat ini yang sedang coba diselesaikan terkait permasalahan sampah di sektor hilir pada TPA Troketon. Saat melakukan sidak beberapa waktu lalu, dirinya telah menyiapkan sejumlah solusi untuk penyelesaiannya.
“Setelah kami sidak, sudah jelas harus ada alat pembakaran sampah di TPA. Begitu juga harus ada Instalansi Pengolahan Air Lembah (IPAL) untuk mengolah lindinya. Ini kemudian di perubahan kita dorong untuk bisa selesai sehingga tahun depan sudah bisa jalan,” ujar Hamenang.
Di sisi lain, dirinya juga mendorong seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recyle (TPS3R) di Klaten yang berjumlah 38 titik. Nantinya akan diperkuat mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) hingga peralatanannya. Harapannya mampu mengurangi sampah yang masuk di TPA Troketon.
“Untuk hulunya kita edukasi kepada masyarakat. Apalagi dari DPRD Klaten juga sudah bergerak sosialisasi perda. Itu bagian dari bagaimana menyelesaikan permasalahan. Harapannya seluruh stakeholder bisa bergerak bersama-sama sehingga dari hulu, tengah dan hilir bisa terselesaikan,” ujar Hamenang.
Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasi soal permasalahan di TPA Troketon. Kedepan, berbagai masukan yang disampaikan warga akan ditampung dan direalisasikan.
“Saat ini kami menjabat kurang dari 100 hari, jadi mohon bersabar. Pasti ada yang beranggapan berkejaran dengan waktu, dampak dari TPA selalu dirasakan oleh warga. Maka dari itu kami berusaha untuk mengejar, terkait pengelolaan sampah ini,” ujar Benny.
Lebih lanjut, Benny mengungkapkan, penganggaran untuk pengelolaan sampah sekira tiga persen dari APBD akan direalisasikan secara bertahap.
“Aksi yang dilakukan warga ini memotivasi kami untuk mempercepat action dari pemerintah daerah. Nanti perlu didiskusikan terkait keputusan maupun program yang akan di bawa ke TPA Troketon. Termasuk apakah perlu membangun pengelolaan sampah di daerah-daerah, perlu didiskusikan,” ujar Benny. (ren/adi)
Editor : Adi Pras