RADARSOLO.COM - Klaten berada di peringkat 12 sebagai kabupaten paling maju di Indonesia. Hal itu didasarkan pada skor indeks daya saing daerah (IDSD) 2024 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Berdasarkan data dari BRIN untuk skor IDSD 2024 dari Kabupaten Klaten yakni 3,84. IDSD sendiri untuk mengukur prodyktivitas dan kemajuan daerah berdasarkan empat komponen utama yakni Sumber Daya Manusia (SDM), pasar, ekosistem inovasi dan lingkungan pendukung.
Posisi Klaten diapit oleh Kabupaten Gianyar, Bali dan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 11 dan 13.
Hal itu menjadi kabar baik bagi masyarakat Klaten, terkecuali Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang sudah menjabat tiga bulan terakhir.
“Ini menambah semangat bersama, kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada bupati senior. Sekali lagi membuat pondasi yang luar biasa yang menjadikan Klaten masuk 12 besar dan terbaik se-Indonesia,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di sela-sela kegiatannya di Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (22/5/2025) pagi.
Lebih lanjut, Hamenang mengungkapkan, dengan capaian itu, pihaknya tidak akan berpuas diri.
Tetapi justru akan terus berbenah untuk memperbaiki diri dan berkomitmen sehingga pada tahun ini diharapkan bisa masuk 10 besar.
“Harapannya bagaimana rekan-rekan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk benar-benar fokus bekerja dan meningkatkan performa. Sudahlah tinggalkan budaya-budaya tidak baik di masa lalu,” ujar Hamenang.
Ia mengungkapkan, akan menyambangi setiap OPD yang ada di lingkungan Pemkab Klaten untuk mengurai permasalahan di dinas masing-masing. Harapannya bisa meningkatkan performa kinerja dari para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Disamping itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Hamenang telah menetapkan sejumlah komponen dan indikator yang hendak ditingkatkan selama pemerintahannya. Nantinya akan breakdown lewat program yang akan dimulai pada awal 2026.
“Dalam rangka perencanaan di APBD murni 2026 diharapkan bisa fokus untuk menaikan angka kesejahteraan masyarakat. Kemudian menurunkan angka kemiskinan. Di sisi lain juga terkait indeks pembangunan manusia juga ditingkatkan. Jadi tinggal program-program dari OPD untuk bisa fokus yang bisa menyasar tujuan sasaran,” ujar Hamenang.
Hamenang juga memastikan 10 program prioritas akan dimasukan dalam RPJMD. Termasuk dikolaborasikan dengan program prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Harapannya asta cita dari bapak Presiden Prabowo Subianto juga bisa kita jalankan. Kemudian bisa meningkatkan angka-angka (indikator) yang ada di Kabupaten Klaten,” ujar Hamenang. (ren/adi)
Editor : Adi Pras