Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hasil Otopsi Pelajar yang Meninggal setelah Berkelahi Sudah Diterima Polisi, Ada Organ Dalam yang Pecah

Angga Purenda • Minggu, 8 Juni 2025 | 22:21 WIB
Proses ekshumasi makam F, pelajar SMP di Klaten yang meninggal setelah berduel dengan sesama pelajar, Rabu (28/5/2025).
Proses ekshumasi makam F, pelajar SMP di Klaten yang meninggal setelah berduel dengan sesama pelajar, Rabu (28/5/2025).

RADARSOLO.COM- Polres Klaten telah menerima hasil otopsi jasad, F, 15, pelajar asal Klaten.

Diketahui, F, meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekolahnya.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian F, polisi membongkar makam F di Sasanalaya Pengkol dan Gayamsibathok, Desa Melikan, Kecamatan Wedi pada 28 Mei 2025 untuk keperluan otopsi.

Baca Juga: Kasus Duel Pelajar SMP di Klaten yang Berujung Kematian, Makam Dibongkar Polisi untuk Otopsi

Kasatreskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa menjelaskan, hasil otopsi jenazah F  keluar pekan lalu, beberapa hari setelah ekshumasi.

“(Proses hukum) kasus ini tetap dilanjutkan,” ujar Taufik saat dikonfirmasi di Masjid Agung Al Aqsha Klaten belum lama ini.

Hasil otopsi menunjukkan satu organ dalam tubuh F ditemukan pecah.

Hingga saat ini, polisi telah meminta keterangan dari 18 saksi.

Diberitakan sebelumnya, perkelahian antara F dan teman sekolahnya terjadi pada 7 Mei 2025 di Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi.

Baca Juga: Waspada Bahaya Korsteling Listrik! Dapur Warga Wonogiri Hangus

Diduga, perkelahian dipicu oleh ejekan setelah pertandingan futsal di Kecamatan Bayat.

Korban, F, masih bersekolah hingga 10 Mei 2025. Namun, pada 11 Mei 2025, ia mengeluhkan sakit, dan pada 12 Mei 2025, F meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Bagas Waras Klaten.

Kuasa hukum keluarga korban, Ariyanto menjelaskan, F mengeluhkan rasa sakit yang tak tertahankan di bagian perut dan kemaluan.

Baca Juga: Cek Mutasi Rekening Kamu Sekarang! Warganet Ini Keluhkan Saldonya Dibobol Pelan-pelan lewat QRIS

“Setelah diperiksa dokter di IGD, tak lama kemudian korban meninggal dunia. Livernya pecah,” ujar Ariyanto.

Ditambahkan Ariyanto, jarak antara rumah F di Desa Melikan dan lokasi perkelahian di Kaligayam cukup jauh, sehingga ia meyakini bahwa penganiayaan tersebut telah direncanakan.

“Keluarga mendukung penuh langkah kepolisian demi konstruksi hukum. Keluarga korban hanya meminta keadilan,” pungkas Ariyanto. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hasil otopsi #meninggal dunia #futsal #berkelahi #pelajar #polres klaten