RADARSOLO.COM–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten terus mendorong warga Kota Klaten untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Pemantauan yang dilakukan DLH pada 10 Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di wilayah perkotaan menunjukkan bahwa sampah masih tercampur.
"Masih banyak sampah yang bercampur aduk. Ini menunjukkan bahwa pemilahan sampah belum dilakukan sejak rumah. Sampah hanya dikumpulkan dalam plastik lalu dibuang begitu saja," ungkap Kepala DLH Klaten Srihadi kepada radarsolo.com, Minggu (8/6/2025).
Srihadi menilai bahwa belum terpilahnya sampah dari rumah tangga menandakan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Oleh karena itu, DLH Klaten terus gencar melakukan sosialisasi dan kampanye tentang pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
Ia mengungkapkan bahwa sampah yang dihasilkan warga setiap harinya memiliki komposisi sekitar 67 persen sampah organik, sementara 10 persen adalah sampah plastik yang perlu menjadi perhatian bersama.
DLH Klaten telah menyediakan tempat sampah terpisah untuk jenis organik dan anorganik.
"Kami sudah menyiapkan tempat sampah yang dibedakan antara sampah organik dan anorganik. Jadi, masyarakat tinggal menyesuaikan dengan tempatnya, agar memudahkan kami dalam pengelolaan dan pengambilan sampah," ujar Srihadi.
Melalui pemilahan sampah yang baik, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Troketon, Kecamatan Pedan.
Selain itu, DLH juga mengandalkan keberadaan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai upaya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menggugah kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah, DLH Klaten melakukan aksi bersih-bersih pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kali Lunyu dan Taman Gayamprit, sekitar Stadion Trikoyo Klaten, dengan melibatkan ratusan peserta, termasuk warga, relawan, dan siswa sekolah Adiwiyata.
"Pada aksi tersebut, kami fokus pada pengendalian sampah plastik dan mendorong warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Kami juga mengajak mereka untuk tidak membuang sampah di sungai," jelas Srihadi.
Srihadi juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, terutama dengan mengelola sampah di tingkat rumah tangga melalui pemilahan yang tepat.
Harapannya, upaya ini dapat mengurangi permasalahan lingkungan di masa depan. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono