RADARSOLO.COM — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Klaten terus mendorong perpustakaan desa di Kota Bersinar.
Salah satunya melalui penyelenggaraan lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat kabupaten Klaten yang digelar beberapa waktu lalu.
Dari total 94 perpustakaan desa di bawah pembinaan dispersip terdapat 20 desa yang dinilai.
Ada pun tahapan penilaian digelar oleh tim dispersip sejak Mei lalu.
Pengelola diminta mengirimkan portofolio masing-masing perpustakaan desa sesuai format Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Kemudian terdapat tahapan yakni visitasi ke masing-masing perpustakaan desa. Ada pun tim penilai selain dari internal dispersiap juga juri dari luar guna menjaga independensi juri.
Total ada aspek yang dinilai sesuai ketentuan Perpusnas mulai dari koleksi buku hingga inovasi.
“Dari penilaian yang dilaksanakan, Perpustakaan Desa Kajoran terpilih menjadi juara 1. Selain koleksi yang lengkap, gedung perpustakaan di Kajoran terpisah dengan balai desa. Termasuk memiliki sejumlah inovasi,” ujar Kepala Dispersip Klaten Pramana Agus Wijanarka, Jumat (13/6).
Bunda Literasi Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang yang didampingi Kepala dan Sekretaris Dispersip Klaten langsung menyerahkan secara langsung piala, piagam serta penghargaan kepada seluruh pemenang lomba di kantor dispersip pada Selasa (10/6).
Untuk juara 2 diraih oleh Perpustakaan Pojok Literasi Rumah Caca dan Apresiasi Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno. Sedangkan Perpustakaan Lentera Cakrawala Desa Dlimas, Kecamatan Ceper meraih juara 3.
Sementara itu, Juara harapan 1 diraih oleh Perpustakaan Harmanut Suryobian, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara.
Sedangkan Juara Harapan 2 diraih oleh Perpustakaan Ngudi Kawruh, Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan dan Perpustakaan Rumah Ilmu di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom meraih juara harapan 3.
“Harapan kami dengan kegiatan ini bisa meningkatkan minat literasi. Termasuk semakin berkembangnya perpustakaan desa di Klaten,” ujar Pramana.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang berharap agar para peserta untuk terus melestarikan budaya literasi. Termasuk melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk mengembangkan perpustakaan desa.
“Ke depan agar anak-anak tidak keseringan main gadget. Termasuk mengajak masyarakat untuk membaca di perpustakaan desa sehingga bisa dapat terjaga dengan sebaik mungkin,” ujar Fahrani.
Fahrani pun berharap bagi para pemenang lomba perpustakaan desa tersebut bisa menjadi motivasi bagi daerah lainnya.
Terutama dalam mengembangkan perpustakaan desa di wilayahnya masing-masing guna meningkatkan literasi masyarakat. (ren/nik)
Editor : Niko auglandy