RADARSOLO.COM – Seiring meningkatkan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia Tenggara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulai dari menggunakan masker saat sakit atau sistem imun menurun.
Kemenkes sendiri sudah mengeluarkan SE Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan terhadap Peningkatan Kasus Covid-19. SE itu tertanggal 23 Mei yang ditujukan kepada kepala dinkes kabupaten maupun di Indonesia.
Salah satu poinya yakni meningkatkan promosi kesehatan kewaspadaan Covid-19 dengan menerapkan PHBS. Selain itu, melalui cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta masker ketika sakit atau jika berada di kerumunan.
”Jadi memang ada varian baru Covid-19 yakni JN 1. Memang sudah menyebar ke wilayah Asia Tenggara seperti Thailand. Sedangkan di Indonesia sendiri baru suspek, kemudian muncul surat edaran dari Kemenkes untuk tetap melakukan PHBS,” ujar Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto saat ditemui di Grha Bung Karno, Kamis (19/6/2025).
Anggit mengungkapkan, penggunaan masker saat sakit atau daya tahan tubuh menurun bisa budaya PHBS yang harus diterapkan sebagai upaya pencegahan terkena Covid-19. Meski terkait tingkat penularannya dari informasi yang didapatkan untuk varian baru ini rendah.
”Bagi masyarakat yang sedang kurang enak badan dna terjadi penurunan daya tahan tubuh diharapkan untuk memakai masker,” tegas Anggit.
Tak hanya penggunaan masker saat sakit, tetapi juga membiasakan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Terutama setiap kali selesai melakukan aktivitas di luar rumah untuk memastikan tidak ada kuman, bakteri atau virus pada tangan.
Di sisi lain, Dinkes Klaten memastikan hingga kini belum ada temuan kasus Covid-19 varian JN1 di Klaten. Meski begitu, warga diminta untuk tidak terlena dengan kondisi saat ini. Tetap membudayakan PHBS sebagai upaya pencegahan dari penyebaran virus tersebut.
”Kalau sejauh ini belum ada pembicaraan tentang vaksi. Tetapi kekebalan sudah ada di kita, karena kita pernah mengalami herd immunity (kekebalan kelompok) yang sudah terbangun saat melakukan vaksinasi kemarin. Diharapkan mampu untuk membangkitkan kekebalan tubuh kita,” ujar Anggit.
Anggit pun menegaskan, jika dinkes siap untuk bergerak jika ada temuan kasus varian baru tersebut di Klaten. Salah satunya dengan melakukan penatalaksanaan rumah sakit dalam penanganan kasus tersebut.
”Termasuk mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati sehingga perlu menggunakan masker. Diperkuat dengan PHBS,” ujar Anggit. (ren/adi)
Editor : Adi Pras