RADARSOLO.COM – Program penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan bermotor 2025 telah berakhir pada Senin (30/6/2025).
Ribuan pemilik kendaraan di Klaten telah memanfaatkan kesempatan tersebut. Bahkan rata-rata terdapat 1.000 orang per hari mendatangi Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Klaten.
Kepala Seksi (Kasi) Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Klaten Muji Hartono mengungkapkan, selama program pemutihan berlangsung, petugas rata-rata melayani lebih dari 1.000 berkas per hari sejak April.
”Kalau hari-hari biasa itu sekira 1.000 berkas sejak ada pemutihan. Sedangkan di hari terakhir mungkin dua kali lipat atau lebih dari 2.000 berkas. Dikarenakan memang tidak diperpanjang,” ujar Muji, Selasa (1/7/2025).
Lebih lanjut, Muji menjelaskan, lonjakan wajib pajak yang datang sudah terjadi sebelum hari terakhir kemarin.
Bahkan pada Kamis (26/6/2025) atau sebelum libur 1 Muharam, pelayanan di Samsat Klaten diperpanjang hingga Pukul 20.00 WIB.
”Kemarin kita terima perintah dari kantor pusat, bahwa pelayanan di hari terakhir sampai habis orangnya. Apalagi kemarin hari terakhir, jadi berkasnya harus sudah masuk dulu,” ujar Muji.
Muji mengungkapkan, jumlah wajib pajak yang mendatangi Samsat Klaten selama program pemutihan pajak kendaraan hingga 1.500 orang. Samsat pun tetap melayani hingga tuntas hingga selesai.
Wajib pajak yang datang ke Samsat Klaten terdapat pengurusan berkas untuk kendaraan yang sudah mati pajaknya hingga 20 tahun lamanya.
Bahkan terdapat kendaraan 30 tahun lamanya tidak diurus pajaknya akhirnya hidup kembali.
”Memang ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Terutama mereka pemilik kendaraan mobil. Soalnya dengan adanya pemutihan ini sangat terasa, karena tidak mengenal pokok tahun lalu dan denda tahun lalu,” ujar Muji.
Saat disinggung terkait capaian pendapatan dari program penghapusan denda pajak tersebut, dirinya menyebut hingga akhir Mei untuk Samsat Klaten telah menyumbang penerimaan sebesar Rp 40 miliar untuk pendapatan provinsi.
Angka tersebut belum termasuk pendapatan dari opsen yang masuk ke Pemkab Klaten.
”Kalau untuk Juni mungkin ada Rp 50 miliar atau bisa lebih. Apalagi antusiasnya cukup tinggi,” ujar Muji. (ren/adi)
Editor : Adi Pras