RADARSOLO.COM - Tol Solo-Jogja segmen Klaten-Prambanan resmi dibuka secara gratis pada Rabu (2/7/2025).
Hal itu menjadikan pengendara kendaraan bisa langsung keluar melalui exit tol Prambanan untuk melanjutkan perjalanan dengan melintasi Jalan Solo-Jogja.
Dari sebelumnya hanya bisa keluar dari exit tol Klaten melewati Kota Bersinar.
Diprediksi wilayah Prambanan, Klaten menjadi rawan terjadi kepadatan pada akhir pekan.
Mengingat berdekatan dengan sejumlah tempat wisata seperti Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan. Maka itu, jajaran Polres Klaten telah mengantisipasi kepadatan lalu lintas itu terjadi.
“Tentu kami melaksanakan antisipasi-antisipasi, yang pertama untuk secara pos lalu lintas sendiri paling dekat yakni Pos Prambanan yaitu dari Pos Mitra 11. Jadi nanti jangkauan patroli penjagaannya, walaupun posnya ada di sana (perbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta),” ujar Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, Kamis (3/7/2025).
Lebih lanjut, Nur Cahyo menjelaskan, selain mengandalkan personel kepolisian yang berjaga di Pos Prambanan juga dari jajaran Unit Turjawali.
Untuk mengampu wilayah hukum secara lebih luas sehingga nanti menjadi sasaran untuk pelaksanaan patroli itu sendiri.
Di sisi lain, Polres Klaten akan bekerja sama dengan pengelola Jalan Tol Solo-Jogja yakni PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) untuk lebih responsif.
Terutama ketika terjadi peningkatan kepadatan arus kendaraan sejak dari ruas tol hingga hendak keluar melalui exit tol Prambanan.
“Misal nanti terjadi kepadatan, kita harus memprediksi lebih awal melakukan antisipasi-antisipasi. Dari sebelumnya luapan kendaraan keluar melalui exit tol Klaten di Ngawen, otomatis akan terjadi kepadatan di sini (exit tol Prambanan),” ujar Nur Cahyo.
Baca Juga: Plt Kepala Disdikbud Karanganyar Sidak ke Sekolah terkait Larangan Pengadaan Seragam, Ini Hasilnya
Nur Cahyo mengungkapkan, pihaknya akan terus memperhitungkan arus kendaraan yang masuk dan keluar di Jalan Tol Solo-Jogja. Termasuk hendak disimulasikan terkait penanganan dalam mengurai kepadatan arus kendaraan.
Dia yakin bisa mengelola dalam keamanan dan keselamatan berlalu lintas pada titik yang rawan terjadi kepadatan.
Terlebih lagi Polres Klaten sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam mengatur lalu lintas saat segmen Klaten-Prambanan dioperasikan secara fungsional saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 serta arus mudik dan balik Lebaran 2025.
“Jadi pola kegiatannya kurang lebih seperti itu, tinggal kami nanti mengantisipasi dengan meningkatkan operasional dan juga koordinasi lebih baik. Kami mohon nanti pada jasa marga untuk bisa mengakses Closed Circuit Television (CCTV),” ujar Nur Cahyo.
Berdasarkan data dari PT JMJ pada hari pertama beroperasinya Jalan Tol segmen Klaten-Prambanan pada Rabu (3/7/2025) untuk kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Prambanan sebanyak 8.119 kendaraan.
Sedangkan yang keluar dari GT Prambanan dan menuju Jalan Solo-Jogja sebanyak 7.117 kendaraan.
Sementara itu, Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah menjelaskan, dengan beroperasinya Jalan Tol Solo-Jogja segmen Klaten-Prambanan tersebut akan semakin mempercepat perjalanan masyarakat dari dan menuju wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
“Ujung dari jalan utama Jalan Tol Solo-Jogja segmen Klaten-Prambanan ini terhubung langsung jalan utama Solo-Yogyakarta. Pengguna jalan yang keluar d Prambanan melakukan transaksi di gerbang tol Prambanan,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, bahwa konstruksi untuk Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan telah rampung 100 persen sejak akhir 2024 lalu. Termasuk uji laik fungsi telah dilakukan pada Febuari 2025.
Sementara itu, pada 17 Juni 2025 telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Disusul Surat Keputusan (SK) Pengoperasian Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Segmen Klaten-Prambanan pada 30 Juni 2025. (ren/adi)
Editor : Adi Pras