RADARSOLO.COM-Musibah bisa datang dan menimpa siapa pun. Sekalipun sudah berhati-hati tetapi kejadian tak terduga kerap terjadi.
Hal inilah yang sempat dialami oleh Satrio Bayu Sajiwo, 13, yang merupakan adik kandung dari Anwar Prasetyo, 25.
Tetapi berkat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mendapatkan layanan kesehatan hingga pulih dari patah tulang.
Anwar yang merupakan warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten telah merasakan langsung manfaat perlindungan dari program JKN.
Terlebih lagi saat adiknya mengalami musibah jatuh ketika berkendara sepeda hingga mengakibatkan patah tulang serius.
Saat ditemui di ruang pelayanan frontliner BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Anwar menceritakan bahwa saat kecelakaan terjadi pada Satrio hingga merasakan sakit luar biasa akibat patah tulang di salah satu bagian tubuhnya.
Kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Karima Utama Kartasura yang menjadi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secepat mungkin.
“Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, adik saya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun karena kondisi adik saya kurang baik kesehatannya maka ditangani di Rumah Sakit Karima Utama Kartasura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” cerita Anwar, Jumat (18/7/2025)
Lantas Satrio menjalani serangkaian operasi dan perawatan intensif agar bisa pulih kembali.
Anwar merasa lega dan bersyukur karena para tenaga medis memberikan penanganan yang maksimal untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
“Operasi adik saya berjalan lancar, namun adik saya diharuskan tetap kontrol secara berkala. Dari kontrol pertama saya sampai dengan kontrol kedua hingga sekarang sudah berangsur membaik. Sudah sedikit demi sedikit bisa melakukan aktivitas seperti sediakala” ujar Anwar.
Di sisi lain, adik dari Anwar tersebut telah menjalani serangkaian perawatan seperti kontrol di bagian fisioterapi hingga ortopedi.
Baca Juga: Program JKN Bantu Pengobatan Istrinya, Bayu Bersyukur Semua Biaya Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan
Guna memastikan pemulihan tulangnya berjalan dengan optimal dan maksimal. Dokter pun selalu memantau dan memastikan setiap perkembangan kondisinya agar semakin membaik.
“Alhamdulillah, tidak ada biaya yang harus saya bayarkan dalam proses layanan kesehatan adik saya. Baik di Rumah Sakit Karima Utama, semuanya gratis. Padahal saya kira kalau kecelakaan tidak ditanggung,” ujar Anwar.
Sebagai salah satu peserta aktif dalam program JKN, Satrio juga merasa bersyukur sebab segala kebutuhan kesehatannya bisa terpenuhi tanpa mengkhawatirkan beban finansial.
Terlebih lagi, program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan juga memberikan jaminan bagi kasus kecelakaan tunggal.
“Meski adik saya berobat pakai BPJS Kesehatan, tidak ada perbedaan layanan yang saya rasakan. Semuanya sama, dokter dan perawatnya semuanya ramah dan baik, jadi saya merasa nyaman pada saat berobat,” ujar Anwar.
Seperti diketahui, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN terus berkomitmen memastikan seluruh segmen peserta bisa mengakses layanan dengan mudah, cepat dan setara.
Tak hanya untuk penyakit kronis saja, program JKN juga memberikan perlindungan kepada peserta yang mengalami musibah yang ditanggung oleh program penjaminan lain.
Anwar mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami terkait Program JKN ini.
Oleh karena itu, Ia berharap agar perlunya edukasi melalui media digital. Terlebih lagi terkait program JKN yang sudah baik ini dapat lebih ditingkatkan.
“Terutama di wilayah-wilayah yang masih minim akses informasi. Tidak sedikit masyarakat yang masih bingung terkait hak dan kewajiban mereka sebagai peserta JKN,” ujar Anwar.
Secara keseluruhan, pihaknya sangat puas dengan layanan yang diberikan BPJS Kesehatan.
Dirinya pun berharap agar semakin banyak lagi masyarakat yang bisa bergabung menjadi peserta JKN. Harapannya ketika sakit, tidak perlu khawatir akan biaya yang harus ditanggung.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono