Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaten Miliki Tiga Kopdes Merah Putih Percontohan, Salah Satunya Jadi Lokasi Peluncuran Secara Nasional oleh Presiden Prabowo

Angga Purenda • Minggu, 20 Juli 2025 | 21:08 WIB
Salah satu unit usaha di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Salah satu unit usaha di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kabupaten Klaten ternyata memiliki tiga Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Percontohan.

Termasuk di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten yang akan menjadi lokasi perdana peluncuran 80.000 Kopdes dan Kopkel Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (21/7/2025).

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko menjelaskan selain di Bentangan, untuk kopdes percontohan juga ada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo dan Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan.

“Jadi untuk Kopdes maupun Kopkel Merah Putih di 401 desa di Klaten sudah berbadan hukum. Waktu pembentukan ini sudah sesuai dengan target nasional. Tinggal peluncuran saja,” ujar Anang saat dihubungi pada Jumat (18/7/2025).

Lebih lanjut, Anang menjelaskan, awalnya mengusulkan Kopdes Merah Putih Ponggok dan Karangdukuh sebagai percontohan.

Sedangkan Kopdes Merah Putih Bentangan merupakan tambahan yang dipilih langsung oleh pusat karena dinilai baik.

“Jadi Alhamdulillah, dari 10 kopdes percontohan di Jawa Tengah, untuk Klaten sendiri ada tiga kopdes,” ujar Anang.

Saat ditanya kenapa mengusulkan Kopdes Merah Putih Ponggok dan Karangdukuh sebagai percontohan, Anang menjawab jika proses pembentukan kelembagaan kopdes dinilai cepat.

Termasuk terkait perencanaan mengenai unit usaha yang hendak dikembangkan sudah jelas. Kemudian disusul di Bentangan yang juga dinilai bagus.

“Untuk usahanya rata-rata sama yang ada di Bentangan, yakni klinik desa, apotek dan sembako. Kemudian ada simpan pinjam juga. Begitu juga dengan pergudangan,” ujar Anang.

Anang mengungkapkan, dalam merintis usaha, Kopdes Merah Putih tidak harus langsung enam gerai dengan berbagai usaha seperti di Bentangan.

Tetapi bisa dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan dari masing-masing kopdes.

Dirinya berharap berdirinya Kopdes Merah Putih tidak menjadi pesaing bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berdiri terlebih dahulu.

Mengingat tujuan didirikan kedua kelembagaan itu sudah berbeda.

Jika BUMDes berorientasi keuntungan untuk masuk ke Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi kopdes untuk kesejahteraan anggotanya.

“Tentunya tetap ada pendampingan dari pemerintah. Apalagi kami sudah melaksanakan pelatihan yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian Tenaga Kerja di Solo. Mengikutkan 34 pengurus (Kopdes), nantinya seluruh pengurus juga akan dilatih. Mulai dari bagaimana cara manajemen, pembukuaan hingga melakukan penjualan,” ujar Anang.

Anang pun berharap dengan diluncurkan Kopdes dan Kopkel Merah Putih oleh Presiden Prabowo menjadikan motivasi bagi kopdes lainnya di Klaten.

Hingga akhirnya mampu menyejahterakan masyarakat Kota Bersinar. Terutama mereka yang menjadi anggota koperasi.

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, bahwa persiapan peluncuran Kopdes dan Kopkel Merah Putih secara nasional oleh Presiden Prabowo di Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten terus dimatangkan.

“Sejumlah menteri, dirjen dan lainnya sudah mulai berdatangan di sekitaran Klaten. Satu persatu juga sudah mulai mengecek secara langsung (Kopdes Merah Putih Bentangan),” ujar Hamenang.

Terkait Kopdes dan Kopkel Merah Putih itu, Hamenang menjadi Kasatgas yang bertanggungjawab untuk mengawasi seluruh koperasi di Klaten.

Terutama melalui camat dan kopdes masing-masing sehingga koperasi yang telah terbentuk dapat berjalan sehingga tidak hanya berhenti di seremonial saja.

“Ini adalah momentum yang baik, momentum yang pas. Bagaimana kemudian desa menjadi mandiri, desa menjadi sukses. Manfaatkan momentum ini, program ini muncul hari ini. Mumupun ada kemudahan dan bantuan dari pemerintah pusat sehingga dimanfaatkan secara maksimal agar menjadi desa-desa yang diuntungkan dengan program ini,” ujar Hamenang.(ren/adi)

Editor : Adi Pras
#Koperasi Merah Putih #klaten #prabowo subianto #Koperasi Desa #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #wonosari